Sekolah Tumbuh telah menjalin kemitraan dengan PT Vortex Buana Edumedia melalui Neon Bit untuk meluncurkan program Club Coding dan Club Robotik bagi siswa. Program ini diikuti oleh 19 siswa selama Tahun Ajaran 2026/2027 dan diresmikan di Sekolah Tumbuh, Bantul, pada hari Jumat, 14 Agustus 2026.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memperkuat pembelajaran dalam bidang Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), serta memberikan pengalaman praktis kepada siswa melalui teknologi. Berbeda dengan pendekatan pembelajaran teknologi yang hanya fokus pada teori, program ini mendorong siswa untuk melakukan eksperimen secara langsung.
Metode Pembelajaran Inovatif
Neon Bit menerapkan metode pembelajaran yang menggabungkan pendekatan STEAM, Computational Thinking, dan Project-Based Learning. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar tentang cara kerja teknologi, tetapi juga dilatih untuk menggunakan logika, mengidentifikasi masalah, mencari solusi, melakukan eksperimen, dan menghasilkan karya dari proses pembelajaran.
Kepala SMA Tumbuh Daya Prisandi Mandala menyatakan bahwa program ini muncul sebagai respons terhadap tingginya minat siswa dalam bidang coding dan robotik. Sekolah berupaya menyediakan lingkungan belajar yang lebih terarah untuk mengembangkan minat tersebut menjadi keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan siswa. “Kami melihat minat siswa terhadap coding dan robotik cukup tinggi, sehingga sekolah ingin menyediakan ruang belajar yang lebih terarah dan relevan,” ujarnya. Dari perkiraan awal sekitar 10 siswa, ternyata program ini diikuti oleh sekitar 19 siswa, menjadikannya sebagai ekstrakurikuler dengan jumlah peminat terbanyak kedua.
Struktur Program yang Terencana
Program pembelajaran dibagi menjadi dua kegiatan yang berlangsung selama dua semester. Pada semester pertama, siswa akan mengikuti Club Coding dengan materi 3D Game Development, dan pada semester kedua, mereka akan melanjutkan ke Club Robotik. Setiap program terdiri dari 10 sesi dengan durasi 60 menit per pertemuan, memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara bertahap selama satu tahun ajaran.
Pelaksanaan Club Coding dan Club Robotik juga disesuaikan dengan karakter Sekolah Tumbuh yang mengedepankan pendidikan inklusif. Perbedaan kemampuan dan kebutuhan belajar siswa menjadi salah satu pertimbangan dalam kegiatan ini. Pendekatan pembelajaran dirancang agar siswa dapat mengeksplorasi teknologi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Ahmad Syihabuddin Zankie, COO PT Vortex Buana Edumedia dan perwakilan Neon Bit, menekankan pentingnya praktik pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. “KKA sudah masuk dalam kebijakan nasional, tetapi kebijakan tidak otomatis berubah menjadi pembelajaran. Yang menentukan bukan seberapa cepat sekolah mengadopsi istilahnya, tetapi apakah siswa benar-benar menghasilkan karya di akhir semester,” ujarnya.
Kolaborasi ini juga mendukung penguatan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang menjadi bagian dari kebijakan kurikulum nasional 2025. Diharapkan melalui program ini, siswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga dapat mengasah kemampuan berpikir komputasional, memecahkan masalah, mengembangkan kreativitas, serta berani menciptakan karya dengan memanfaatkan teknologi.