Pendidikan

UGM Terapkan Literasi Finansial untuk Mahasiswa Baru Cegah Pinjol dan Judol

Universitas Gadjah Mada (UGM) mewajibkan mahasiswa baru untuk mengikuti mata kuliah Literasi Kesehatan yang mencakup literasi finansial guna menghindari masalah pinjaman online dan judi online.

D
Dinda Mughni
05 August 2026 23 pembaca
Kampus UGM/Istimewa.
Kampus UGM/Istimewa.

Kampus UGM di Sleman telah menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh mahasiswa baru untuk mengikuti mata kuliah Literasi Kesehatan dengan bobot 2 SKS. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tidak hanya mengenai kesehatan fisik dan mental, tetapi juga literasi finansial, sehingga mahasiswa dapat terhindar dari jeratan pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) saat menjalani kehidupan perkuliahan dan saat mulai hidup mandiri.

Materi Wajib untuk Semua Mahasiswa Baru

Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, menjelaskan bahwa mata kuliah ini mencakup empat aspek utama, yaitu kesehatan fisik, mental, sosial, dan finansial. "Literasi finansial itu nanti setiap mahasiswa semua prodi itu wajib ikut. Jadi ada materinya dan itu menjadi satu dengan literasi kesehatan," ungkap Gandes. Dengan bobot 2 SKS, mahasiswa diharapkan mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai pengelolaan keuangan yang sehat.

Pengenalan Pengelolaan Keuangan dan Investasi

Dalam materi literasi kesehatan finansial, mahasiswa akan diperkenalkan pada berbagai aspek pengelolaan keuangan pribadi serta edukasi tentang berbagai jenis investasi dan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menghindari masalah keuangan. "Jadi dia mengelola keuangan kayak apa, berbagai jenis investasi itu kayak apa, bagaimana apa yang harus diperhatikan supaya nggak terjerat hal-hal yang tidak kita inginkan," tambahnya. UGM menilai bahwa kemampuan mengelola keuangan adalah bekal penting bagi mahasiswa saat mereka mulai mandiri dan merencanakan masa depan finansial mereka.

Gandes menegaskan bahwa mata kuliah Literasi Kesehatan adalah kewajiban bagi semua mahasiswa baru, tanpa memandang program studi. Apabila ada program studi yang belum memiliki materi serupa, universitas akan menyediakan materi tersebut. "Itu wajib semua mahasiswa di prodi mana pun," tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa literasi finansial merupakan kompetensi dasar yang selama ini kurang diajarkan sejak dini, sehingga perlu dimasukkan dalam kurikulum wajib.

Langkah Preventif Cegah Pinjol dan Judol

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, menyatakan bahwa edukasi literasi kesehatan finansial ini merupakan langkah preventif untuk menghadapi maraknya fenomena pinjaman online dan judi online yang mengincar kalangan muda. "Ya, kita tahu lah fenomena judi online, fenomena pinjol kayak gitu-gitu, ya kita harus memproteksi sejak awal dan karena itu ada edukasi sejak awal," ujarnya. Dengan pembekalan yang tepat, diharapkan mahasiswa dapat membuat keputusan yang lebih bijak terkait keuangan mereka.

Artikel Terkait