Hiburan

Versi Satire "Rasa Sayange" Viral, Kritik Tajam Terhadap Kebakaran dan Proyek Pemerintah

Sebuah video di TikTok menampilkan dua pria yang menyanyikan lagu "Rasa Sayange" dengan lirik yang diubah menjadi kritik sosial, menarik perhatian banyak warganet.

D
Darma Yudhistira
24 August 2026 17 pembaca
suara.com Sumber: suara.com
Foto udara asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]
Foto udara asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]

Akun TikTok @HAMBAASAHAYA baru-baru ini mengunggah video yang menjadi viral, menampilkan dua pria yang menyanyikan lagu "Rasa Sayange" dengan lirik yang telah dimodifikasi menjadi satire. Lirik tersebut menyampaikan kritik terhadap isu kebakaran, pengangguran, proyek pemerintah, serta fenomena donasi masyarakat.

Video ini telah mendapatkan hampir 136 ribu tanda suka dan lebih dari 1.500 komentar dari pengguna media sosial. Dalam versi yang beredar, melodi lagu tradisional tetap dipertahankan, namun liriknya diubah untuk mencerminkan situasi sosial dan politik yang ada di Indonesia. Beberapa bagian dari lagu tersebut menyoroti masalah kebakaran dan menyindir pihak-pihak yang lebih mementingkan dokumentasi daripada penanganan masalah yang nyata.

Kritik Terhadap Proyek Pemerintah dan Donasi Masyarakat

Kritik dalam lagu ini juga mengarah pada kesulitan yang dihadapi anak muda dalam mencari pekerjaan serta menyoroti berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak efektif. Selain itu, kreator lagu menyampaikan narasi mengenai masyarakat yang diharapkan untuk turun tangan melalui donasi ketika bencana alam terjadi. Bagian lain dari lagu tersebut menyinggung perilaku pemerintah yang dinilai tidak serius dalam menyelesaikan masalah publik.

Respons Warganet yang Beragam

Gaya penyampaian kritik yang menggunakan satire dan permainan kata membuat video ini menjadi populer di media sosial. Beberapa warganet memberikan apresiasi terhadap keberanian kreator dalam menyampaikan pesan melalui musik, sementara yang lain mempertanyakan potensi konsekuensi hukum dari lirik yang dianggap cukup tajam. Salah satu pengguna bahkan menulis komentar yang menantang, “berpotensi di penjara, teruskan,” sedangkan komentar lain mempertanyakan fenomena penggalangan dana yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara, dengan menulis, “Emang ada negara yang minta donasi ke rakyatnya, Bang?”

Isu kebakaran menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas dalam video ini, menunjukkan betapa pentingnya kritik sosial dalam bentuk seni.

Artikel Terkait