Kesehatan

Apakah GERD Dapat Menyebabkan Serangan Jantung? Simak Penjelasan Dokter

Gastroesophageal reflux disease (GERD) sering kali menimbulkan pertanyaan mengenai hubungannya dengan serangan jantung. Seorang dokter spesialis menjelaskan perbedaan antara keduanya serta faktor risi...

A
Ananta Prana
28 August 2026 15 pembaca
Foto: Freepik
Foto: Freepik

Jakarta - Gastroesophageal reflux disease (GERD) sering kali dihubungkan dengan gejala seperti nyeri dada, sensasi terbakar, mual, dan muntah. Mengingat gejala-gejala tersebut dapat muncul di area dada dan ulu hati, banyak yang mempertanyakan apakah GERD dapat memicu terjadinya serangan jantung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Maya Munigar Apandi, SpJP (K) FIHA, menjelaskan bahwa GERD dan serangan jantung adalah dua kondisi yang berbeda. Ia menegaskan bahwa GERD tidak secara langsung menyebabkan serangan jantung. "GERD itu sendiri tidak langsung berhubungan dengan jantung, tapi sumber stresnya, itu dia bisa," ungkap Maya.

Stres Sebagai Faktor Risiko

Menurut dr Maya, stres yang berkepanjangan merupakan salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi terkait penyakit jantung. Stres dapat mengganggu metabolisme dan memicu berbagai keluhan pada organ tubuh, termasuk memperburuk masalah asam lambung. "Stres itu bisa mengganggu metabolisme. Selain bisa mengganggu metabolisme, dia juga bisa menyebabkan keluhan di organ yang lain," jelasnya.

Ketika asam lambung naik ke kerongkongan, seseorang bisa merasakan sensasi terbakar, mual, muntah, hingga nyeri di tenggorokan. Kondisi ini dikenal sebagai GERD.

Gejala Serangan Jantung yang Mirip GERD

Walaupun GERD tidak secara langsung memicu serangan jantung, dr Maya mengingatkan bahwa beberapa gejala serangan jantung dapat menyerupai gejala GERD. Hal ini sering kali membuat seseorang keliru dalam mengidentifikasi serangan jantung sebagai masalah lambung. Salah satu contohnya adalah serangan jantung yang melibatkan gangguan pada arteri koroner kanan (right coronary artery/RCA), yang pada beberapa pasien dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri ulu hati, mual, dan muntah.

"Kalau misalnya, apakah GERD itu serangan jantung? Karena ada serangan jantung tertentu yang keluhannya bisa menyerupai GERD, keluhannya nyeri ulu hati, mual, muntah, keringat dingin," jelasnya. Oleh karena itu, keluhan yang dianggap sebagai 'maag' atau GERD perlu diwaspadai jika disertai dengan tanda-tanda lain, terutama keringat dingin, sesak napas, lemas, atau nyeri yang menjalar.

dr Maya menekankan pentingnya membedakan kedua kondisi ini, mengingat serangan jantung memerlukan penanganan yang cepat. Jangan sampai gejala serangan jantung dianggap hanya sebagai masalah asam lambung, sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam mendapatkan pertolongan medis.

Artikel Terkait