Kesehatan

Apakah Mengompres Ketiak dengan Es Efektif untuk Mengatasi Overthinking? Simak Penjelasan Ahli

Metode menggunakan kompres es di ketiak untuk meredakan kecemasan dan overthinking tengah menjadi tren. Namun, apakah cara ini benar-benar efektif menurut pandangan medis?

V
Vina Maharani
18 August 2026 20 pembaca
Foto: Getty Images
Foto: Getty Images

Jakarta - Belakangan ini, media sosial ramai membahas tentang penggunaan kompres es di area ketiak sebagai cara untuk mengurangi kecemasan dan overthinking. Namun, penting untuk mengetahui apakah metode ini memiliki dasar medis yang kuat.

Menanggapi fenomena tersebut, dr. Riati Sri Hartini, seorang psikiater dan dosen di Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, menjelaskan bahwa meski sensasi dingin dapat memberikan efek relaksasi sementara, hal ini bukanlah terapi utama untuk mengatasi gangguan kecemasan.

Mekanisme Tubuh: Kenapa Kompres Es Memberikan Rasa Tenang?

Dr. Riati menjelaskan bahwa es dapat memberikan ketenangan sementara melalui dua mekanisme utama: pertama, aktivasi saraf parasimpatis yang dapat menurunkan respons stres tubuh, sehingga memicu proses relaksasi. Kedua, teknik grounding alami yang membantu mengalihkan fokus otak dari pikiran berlebihan ke sensasi fisik yang dirasakan saat itu.

“Efeknya hanya bersifat sementara, yaitu membantu menenangkan tubuh, bukan mengatasi penyebab kecemasan. Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup bahwa kompres es di ketiak merupakan terapi untuk mengatasi gangguan kecemasan,” tegas dr. Riati.

Perhatian terhadap Risiko Cold Burn dan Mitos Terapi Kesehatan Mental

Dr. Riati juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan kompres es sebagai solusi permanen untuk meredakan kecemasan. Penggunaan es batu secara langsung pada kulit dalam waktu yang lama dapat berisiko menyebabkan iritasi bahkan cold burn, yaitu cedera jaringan kulit akibat paparan suhu yang sangat dingin.

Kompres dingin sebaiknya hanya digunakan sebagai pertolongan pertama saat mengalami panik atau ketegangan, dan bukan sebagai pengobatan jangka panjang. Jika kecemasan dan overthinking berlangsung selama beberapa minggu, mengganggu tidur, atau disertai serangan panik, dr. Riati menganjurkan untuk segera berkonsultasi dengan ahli.

“Penanganan yang tepat sejak dini oleh psikolog atau psikiater akan memberikan hasil yang jauh lebih baik, baik melalui bantuan psikoterapi CBT maupun pemberian obat-obatan jika memang diperlukan,” tutupnya.

Artikel Terkait