Kesehatan

--- BMKG Mengidentifikasi 10 Wilayah dengan Suhu Tertinggi dalam Dua Hari Terakhir ---

--- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sepuluh daerah di Indonesia yang mengalami suhu udara tertinggi, mencapai 37,4 derajat Celsius dalam dua hari terakhir. ---

A
Ananta Prana
21 August 2026 17 pembaca
Foto: Engin Akyurt/Pexels
Foto: Engin Akyurt/Pexels
---TITLEEXCERPT--- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sepuluh daerah di Indonesia yang mengalami suhu udara tertinggi, mencapai 37,4 derajat Celsius dalam dua hari terakhir. ---CONTENT---

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan beberapa daerah di Indonesia yang mencatat suhu udara tertinggi dalam dua hari terakhir. Suhu maksimum yang terpantau mencapai 37,4 derajat Celsius, berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh BMKG pada tanggal 20 hingga 21 Agustus 2026 hingga pukul 07.00 WIB.

Daftar Wilayah dengan Suhu Tertinggi

Stasiun Geofisika (Stageof) Lampung Utara menjadi lokasi dengan suhu tertinggi, yaitu 37,4 derajat Celsius. Berikut adalah daftar wilayah yang mencatat suhu terpanas menurut BMKG:

  • Stageof Lampung Utara: 37,4 derajat Celsius
  • Stamet Kalimarau: 36,6 derajat Celsius
  • Stamet Syamsudin Noor: 36,5 derajat Celsius
  • Staklim Kalimantan Selatan: 36,4 derajat Celsius
  • Staklim Lampung: 35,6 derajat Celsius
  • Stamet Tanjung Harapan: 35,5 derajat Celsius
  • Stamet Tjilik Riwut: 35,4 derajat Celsius
  • Stamet Mutiara SIS Al Jufri: 35,3 derajat Celsius
  • Stamet Sangia Ni Bandera: 35,3 derajat Celsius
  • Posmet Paloh: 35,2 derajat Celsius

Pengaruh El Nino dan Musim Kemarau

BMKG juga mencatat bahwa musim kemarau semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia, yang dipengaruhi oleh dinamika iklim global. Indikasi bahwa fenomena El Nino mulai menguat terlihat dari anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik tengah dan timur, khususnya di area Nino 3.4, yang menunjukkan suhu di atas +2 derajat Celsius.

Fenomena El Nino dapat mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, salah satunya dengan mengurangi curah hujan, sehingga musim kemarau berpotensi menjadi lebih kering. Selain itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif juga turut memperkuat kondisi ini, dengan indeks IOD tercatat pada angka 0,63. IOD positif mengindikasikan adanya kecenderungan pergerakan suplai uap air dari wilayah barat Indonesia menuju pesisir timur Afrika.

Kombinasi antara penguatan El Nino dan IOD positif berpotensi membuat musim kemarau di Indonesia berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal. Oleh karena itu, masyarakat di daerah yang mengalami kemarau disarankan untuk waspada terhadap dampak yang mungkin terjadi, termasuk risiko meningkatnya kekeringan dan kebakaran akibat cuaca yang lebih kering.

Artikel Terkait