Kesehatan

BMKG Mengungkap Fenomena Suhu Dingin Juga Terjadi di Daerah Lain Selain Pulau Jawa

Fenomena suhu dingin yang dikenal sebagai bediding tidak hanya terjadi di Pulau Jawa, tetapi juga di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geo...

D
Dinda Mughni
30 July 2026 27 pembaca
Bromo (Foto: ANTARA FOTO /Irfan Sumanjaya)
Bromo (Foto: ANTARA FOTO /Irfan Sumanjaya)

Jakarta - Saat ini, fenomena suhu dingin atau bediding yang dirasakan oleh masyarakat tidak terbatas pada Pulau Jawa saja. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa fenomena serupa juga terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa bediding adalah fenomena yang biasa terjadi selama musim kemarau. Diperkirakan kondisi ini akan terus berlanjut hingga puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada Agustus hingga September 2026. "Fenomena suhu dingin atau bediding di Jawa saat ini merupakan hal yang normal pada musim kemarau. BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, mengenakan pakaian hangat saat malam/pagi, serta menjaga asupan cairan. Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung hingga puncak kemarau pada Agustus-September 2026 dan tidak hanya terjadi di Jawa, tetapi juga di Bali, NTB, dan NTT," kata Guswanto.

Data Suhu di Berbagai Wilayah

Berikut adalah data suhu di beberapa daerah yang mengalami fenomena suhu dingin bediding:

  • Jawa Timur: Batu 12 derajat Celsius, Bromo 5,1 derajat Celsius
  • Jawa Tengah: Dieng -6 derajat Celsius (embun es), Wonosobo 14-17 derajat Celsius
  • Jawa Barat: Beberapa daerah pegunungan di bawah 15 derajat Celsius
  • Bali, NTB, NTT: Suhu lebih rendah pada malam hingga pagi hari

Penyebab dan Imbauan Kesehatan

Guswanto menambahkan bahwa fenomena bediding umumnya terjadi pada malam hingga pagi hari selama musim kemarau. Langit yang cerah dan minimnya tutupan awan menyebabkan panas dari permukaan bumi lebih mudah terlepas, sehingga suhu udara pada malam hari menjadi lebih rendah. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh Monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering dari wilayah selatan khatulistiwa. Suhu dingin lebih terasa di bagian selatan Indonesia, terutama di daerah dataran tinggi.

Ia mengingatkan masyarakat di wilayah yang mengalami bediding untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengenakan pakaian hangat saat malam dan pagi hari serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh. "Cukup cairan tubuh. Meski udara dingin, siang hari tetap terik sehingga tubuh mudah dehidrasi. Waspada penyakit pernapasan. Bediding dapat memicu flu, ISPA, dan gangguan kesehatan lain," tambahnya.

Artikel Terkait