Update
Ekonomi

CDIA Luncurkan Pembagian Dividen Perdana, Meski Yield Terbilang Rendah

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) telah resmi membagikan dividen tunai perdana setelah kurang dari setahun terdaftar di Bursa Efek Indonesia, meskipun yield yang ditawarkan cukup kecil.

Adhe Dharma 13 May 2026 8 pembaca kabarbursa.com kabarbursa.com
CDIA Luncurkan Pembagian Dividen Perdana, Meski Yield Terbilang Rendah
Saham CDIA milik grup Prajogo Pangestu masih aktif menguat menjelang pembagian dividen perdana tahun buku 2025. (Foto: Dok. Chandra Daya Investasi)

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), yang merupakan bagian dari grup Prajogo Pangestu, telah resmi membagikan dividen tunai perdana setelah kurang dari satu tahun beroperasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak, para investor mulai menghitung potensi yield dan menganalisis arah strategi ekspansi perusahaan ke depan.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan, CDIA akan memberikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp5,563434 per saham. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 8 Mei 2026. Manajemen perusahaan menyatakan bahwa pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang terdaftar pada 22 Mei 2026 sebagai tanggal pencatatan. Sementara itu, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 20 Mei 2026, dan ex dividen pada 21 Mei 2026. Pembayaran dividen direncanakan akan dilakukan pada 9 Juni 2026.

Jika merujuk pada harga saham CDIA yang tercatat di level Rp1.060 per saham pada perdagangan terakhir, dividend yield perusahaan berada di kisaran 0,52 persen. Meskipun angka ini tergolong kecil, pembagian dividen ini tetap menarik perhatian pasar karena merupakan distribusi laba pertama sejak CDIA melantai di bursa pada 9 Juli 2025.

Pergerakan Saham CDIA yang Agresif

Data dari Stockbit menunjukkan bahwa CDIA melakukan penawaran umum perdana (IPO) dengan harga Rp190 per saham, menghasilkan total nilai penawaran sebesar Rp2,37 triliun. Jumlah saham yang dilepas ke publik saat IPO mencapai 12,48 miliar saham dengan porsi free float sekitar 9,90 persen. Sejak saat itu, pergerakan harga saham CDIA terbilang agresif. Pada perdagangan terakhir, harga saham ini ditutup naik 5,47 persen ke level 1.060, dengan volume transaksi mencapai 110,59 juta saham. Kenaikan ini membuat harga saham CDIA melonjak lebih dari lima kali lipat dibandingkan dengan harga saat IPO.

Di tengah tren kenaikan tersebut, agenda pembagian dividen mulai menjadi faktor pendorong baru bagi investor. Pasar juga mulai memperhatikan konsistensi perusahaan dalam menjaga profitabilitas dan arus kas di tengah ekspansi bisnis infrastruktur yang masih berlangsung. Sebelumnya, manajemen telah memberikan sinyal bahwa penggunaan laba bersih tahun buku 2025 akan menjadi salah satu agenda utama dalam rapat pemegang saham.

Strategi dan Agenda RUPS

Selain pembagian dividen, RUPS juga membahas perubahan susunan pengurus, remunerasi untuk direksi dan komisaris, penunjukan auditor, serta penyesuaian kegiatan usaha sesuai dengan KBLI 2025. Sebagai bagian dari grup Barito Pacific yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu, CDIA terus menjadi salah satu saham yang paling menarik perhatian pelaku pasar sejak IPO. Pergerakan harga yang sangat agresif menjadikan saham ini incaran trader jangka pendek serta investor yang mencari saham bertema infrastruktur dan utilitas.

Namun, di sisi lain, valuasi saham yang telah meningkat signifikan membuat pasar menjadi lebih sensitif terhadap setiap agenda korporasi perusahaan, termasuk arah pembagian laba dan strategi ekspansi yang akan datang. Dalam keterbukaan informasi terbaru, Direksi CDIA menyatakan bahwa pembagian dividen dilakukan berdasarkan keputusan RUPST dan berasal dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2025. Manajemen juga memastikan bahwa pembagian dividen akan dilakukan melalui mekanisme KSEI dan pemindahbukuan langsung untuk pemegang saham warkat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, perusahaan mengingatkan bahwa dividen tunai akan dikenakan pajak sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku, termasuk ketentuan pajak untuk investor domestik dan asing. Dengan kombinasi saham yang masih aktif diperdagangkan, posisi sebagai bagian dari grup Prajogo Pangestu, serta dividen perdana setelah IPO, pergerakan saham CDIA diperkirakan akan terus menarik perhatian pasar dalam waktu dekat.

Artikel Terkait