Kesehatan

Fakta dan Mitos Seputar Susu Kental Manis yang Perlu Diketahui

Susu kental manis (SKM) sering menjadi bahan tambahan dalam berbagai hidangan, namun masih banyak mitos yang beredar mengenai produk ini. Penting untuk memahami informasi yang benar agar tidak salah k...

D
Dinda Mughni
31 July 2026 24 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/ninikas)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/ninikas)

Jakarta - Susu kental manis (SKM) telah menjadi bagian dari berbagai hidangan, mulai dari pelengkap roti bakar hingga topping makanan penutup. Meskipun telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, informasi yang salah mengenai SKM masih banyak beredar di masyarakat. Banyak orang yang hanya memperhatikan nama atau kemasan produk tanpa memahami informasi yang tertera di label. Melalui label kemasan, konsumen dapat mengetahui klasifikasi produk, kandungan gizi, dan cara konsumsi yang dianjurkan.

Susu Kental Manis Bukan Termasuk Produk Susu

Masih ada anggapan bahwa susu kental manis tidak dapat disebut sebagai produk susu. Namun, karakteristik SKM telah diatur dalam regulasi di Indonesia. Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, susu kental manis termasuk dalam kategori produk susu dengan kadar lemak susu minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen. Ketentuan ini sejalan dengan standar internasional Codex Alimentarius untuk susu kental manis. Definisi serupa juga terdapat dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016, yang menyatakan bahwa SKM adalah produk susu yang dihasilkan melalui pengurangan sebagian kandungan air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu. Dengan demikian, susu kental manis tetap merupakan produk berbahan dasar susu, meskipun proses pengolahannya berbeda.

Perbedaan Fungsi Setiap Jenis Susu

Banyak orang beranggapan bahwa semua jenis susu memiliki fungsi dan karakteristik yang sama. Namun, setiap jenis susu diproses dengan cara yang berbeda, sehingga kandungan gizi dan cara konsumsinya juga bervariasi. Misalnya, susu cair, susu bubuk, dan susu kental manis semuanya berasal dari susu, tetapi masing-masing memiliki kategori pangan dan karakteristik yang berbeda. Susu cair biasanya diminum langsung, susu bubuk perlu diseduh, sedangkan susu kental manis memiliki tekstur kental dan digunakan sebagai pelengkap makanan atau minuman sesuai takaran yang dianjurkan. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk tidak hanya memperhatikan nama atau gambar pada kemasan, tetapi juga memahami klasifikasi produk sebelum melakukan pembelian.

Kandungan Gizi dalam Susu Kental Manis

Masih banyak yang berpikir bahwa susu kental manis hanya mengandung gula dan tidak memiliki zat gizi lainnya. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Sesuai dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016, susu kental manis terbuat dari susu yang sebagian kandungan airnya diuapkan dan ditambahkan gula, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih kental. Susu tetap menjadi bahan utama dalam proses pembuatannya. Selain mengandung komponen alami dari susu seperti protein dan lemak, banyak produk susu kental manis juga diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral sesuai formulasi masing-masing produsen. Secara umum, SKM dapat mengandung vitamin A, D, B kompleks, kalsium, fosfor, dan seng, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Pola Makan Seimbang dan Pembacaan Label

Ada anggapan bahwa semua produk susu kental manis harus dihindari karena dianggap tidak sehat. Namun, tidak ada satu jenis pangan yang secara otomatis membuat pola makan menjadi tidak sehat. Yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah konsumsi, frekuensi, dan keseluruhan pola makan setiap hari. Susu kental manis dapat dikonsumsi sesuai takaran saji dan petunjuk pada kemasan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang. Setiap produk memiliki kandungan gizi yang berbeda, sehingga membaca daftar komposisi dan informasi nilai gizi sangat penting untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Di tengah banyaknya informasi yang beredar, membaca label kemasan adalah cara yang efektif untuk memahami kandungan suatu produk. Informasi nilai gizi membantu konsumen mengetahui kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, serta persentase AKG dalam setiap sajian. Dengan memahami informasi tersebut, konsumen dapat memilih susu kental manis secara bijak dan menjadikannya sebagai bagian dari pola makan yang bergizi seimbang.

Artikel Terkait