Kesehatan

Fenomena "Iyup Moment" pada Pengguna Behel

Pengguna behel sering kali mengalami fase yang disebut "iyup moment", di mana bibir atas mereka tersangkut pada kawat gigi saat berbicara atau tersenyum. Ahli ortodontik menjelaskan bahwa kondisi ini...

E
Eira Orelia
23 August 2026 17 pembaca
Pengguna behel sering mengalami momen iyup. Foto: Getty Images/sasirin pamai
Pengguna behel sering mengalami momen iyup. Foto: Getty Images/sasirin pamai

Jakarta - Banyak orang yang memasang behel dengan harapan mendapatkan gigi yang lebih rapi, namun mereka sering kali harus menghadapi fase yang dapat mengganggu penampilan wajah, yang dikenal dengan istilah "iyup moment". Di media sosial, istilah ini merujuk pada situasi di mana bibir atas pengguna behel tersangkut atau tertarik oleh bracket saat mereka tersenyum, berbicara, atau menutup mulut. Gerakan bibir yang terlihat saat memperbaiki posisi tersebut mirip dengan saat mengucapkan 'iyup'. Fenomena ini biasanya dialami oleh pengguna behel dalam beberapa minggu pertama setelah pemasangan.

Apakah Iyup Bersifat Permanen?

Meskipun iyup adalah fenomena yang umum, muncul pertanyaan mengenai apakah kondisi ini bersifat permanen atau hanya fase adaptasi sementara. Menurut drg Rini Susanti, SpOrt, seorang ahli ortodontik, iyup yang dialami oleh pengguna behel tidak bersifat permanen dan tidak selalu dialami oleh setiap orang yang menggunakan behel. "Menurut pengalaman saya, ini (iyup) temporer. Lagi-lagi, ya, tergantung permasalahan giginya," jelas drg Rini.

Faktor yang Mempengaruhi Lama Iyup

Drg Rini menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi durasi pengalaman iyup pada pengguna behel. Di antaranya adalah kondisi rahang, gigi, dan bibir dari masing-masing individu. Pengguna behel yang memiliki gigi tonggos atau deretan gigi depan yang terlalu maju cenderung mengalami kesulitan saat menutup mulut, sehingga mereka mungkin merasakan iyup lebih lama dibandingkan dengan pengguna yang memiliki kondisi gigi yang berbeda. Ia menekankan bahwa lama atau tidaknya fase iyup juga bergantung pada kemampuan adaptasi pengguna behel. "Yang penting adalah memang pasien itu beradaptasi. Antara lain itu pada saat menutup mulut, mengatupkan bibirnya, dia perlu beradaptasi," tambahnya.

Dengan demikian, meskipun iyup dapat menjadi pengalaman yang mengganggu, penting bagi pengguna behel untuk memahami bahwa ini adalah bagian dari proses adaptasi yang normal.

Artikel Terkait