Jakarta - Fahira Almira, seorang selebgram, baru-baru ini menjadi perhatian publik setelah ia membandingkan layanan serta diagnosis penyakit usus buntu yang diterimanya di Indonesia dengan yang didapat dari tenaga medis di Penang, Malaysia. Isu ini muncul di tengah dugaan adanya kampanye hitam dan endorsement terhadap rumah sakit di Penang. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan usus buntu dan gejala-gejala apa yang mungkin muncul?
Radang usus buntu, yang dalam istilah medis dikenal sebagai apendisitis, merupakan peradangan yang terjadi pada apendiks vermiformis atau usus buntu. Menurut dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH FINASIM, seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi dari Mayapada Hospital, diagnosis radang usus buntu dapat dilakukan berdasarkan beberapa kriteria, seperti skor klinis dari World Society of Emergency Surgery (WSES), skor Appendicitis Inflammatory Response (AIR), dan Adult Appendicitis Score (AAS).
Gejala Radang Usus Buntu
Secara umum, gejala yang muncul dapat dikenali melalui anamnesis, di mana pasien biasanya merasakan nyeri perut yang dimulai dari ulu hati dan kemudian berpindah ke bagian kanan bawah dalam waktu 24 jam. Gejala ini sering kali disertai dengan mual dan kembung. "Kadang disertai mual kembung," ungkap dr. Aru saat dihubungi.
Setelah gejala tersebut muncul, dr. Aru menjelaskan bahwa pemeriksaan fisik dan laboratorium akan dilakukan untuk memastikan apakah pasien mengalami radang usus buntu atau tidak. "Dari pemeriksaan fisik ditemukan nyeri lokal kuadran kanan bawah perut disertai nyeri dan lepas serta adanya defans muskular," jelasnya.
Pemeriksaan Lanjutan untuk Diagnosis
Dalam pemeriksaan penunjang laboratorium, biasanya akan terlihat peningkatan jumlah sel darah putih dan neutrofil. Jika diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan USG atau pencitraan radiologi seperti CT-Scan kontras. "Biasanya didapatkan gambaran usus buntu mengalami penebalan diameter melebihi 6 mm dan dinding usus buntu menebal lebih dari 3 mm," tambah dr. Aru.
Isu mengenai Fahira Almira dan perbandingan layanan medis ini menjadi sorotan, terutama terkait dengan dugaan adanya motif komersial di balik promosi rumah sakit di Penang.