Kesehatan

--- Hindari Empat Kebiasaan Pagi Ini Agar Fungsi Ginjal Tetap Optimal ---

--- Ginjal memiliki peran penting dalam tubuh, termasuk menyaring darah dan membuang limbah. Beberapa kebiasaan pagi yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal. ---

D
Darma Yudhistira
26 August 2026 20 pembaca
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Pawel Kacperek)
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Pawel Kacperek)
---TITLEEXCERPT--- Ginjal memiliki peran penting dalam tubuh, termasuk menyaring darah dan membuang limbah. Beberapa kebiasaan pagi yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal. ---CONTENT---

Jakarta - Ginjal merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia. Selain berfungsi untuk menyaring darah, ginjal juga membantu dalam pengeluaran cairan serta limbah dari tubuh. Untuk menjaga kesehatan ginjal, penting untuk mengenali kebiasaan-kebiasaan tertentu yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal. Berikut adalah beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari.

1. Menunda Buang Air Kecil

Kandung kemih dapat mencapai kapasitas maksimal saat tidur, yang seringkali memicu keinginan untuk buang air kecil saat bangun. Menahan buang air kecil dapat memberikan tekanan pada kandung kemih dan ginjal. Kebiasaan ini dapat melemahkan otot kandung kemih, meningkatkan risiko infeksi, dan berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan ginjal. Jika terus dilakukan, ginjal dapat mengalami tekanan tambahan saat urine akhirnya dikeluarkan.

"Jangan pernah menahan buang air kecil terlalu lama di pagi hari, dan jangan lakukan hal tersebut sepanjang hari," ujar seorang ahli urologi di India.

2. Kurang Minum Air Putih

Setelah semalaman tidak mendapatkan cairan, tubuh dan ginjal mengalami dehidrasi ringan. Ginjal memerlukan cairan yang cukup untuk menjalankan fungsinya dalam membuang limbah. Jika tidak mengonsumsi air di pagi hari, fungsi ginjal dapat terganggu.

"Awali hari dengan setidaknya segelas air putih daripada memilih kopi atau teh," kata ahli tersebut. Ia menekankan bahwa menjaga tubuh tetap terhidrasi di pagi hari dapat membantu memulai metabolisme, mendukung pencernaan, dan menjaga energi sepanjang hari.

3. Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri Saat Perut Kosong

Obat seperti ibuprofen dan aspirin sering digunakan untuk meredakan sakit kepala atau nyeri tubuh di pagi hari. Namun, penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (AINS) saat perut kosong dapat mengurangi aliran darah ke ginjal. Jika dilakukan berulang kali, hal ini dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan ginjal.

"Obat pereda nyeri dapat membahayakan ginjal jika tidak digunakan secara bijak, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong," tambahnya. Mengonsumsi obat tanpa makanan juga dapat memberikan tekanan tambahan pada ginjal karena tidak ada perlindungan dari makanan terhadap zat tersebut.

4. Melewatkan Sarapan Sehat

Banyak orang yang berusaha menurunkan berat badan atau memiliki jadwal padat sering kali memilih untuk melewatkan sarapan. Tidak makan dalam waktu lama dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar gula darah dan meningkatkan produksi asam dalam tubuh. Kondisi ini dapat menambah beban kerja ginjal dalam menjaga keseimbangan kimiawi serta membuang zat sisa.

"Dengan melewatkan sarapan, seseorang cenderung mengonsumsi camilan tinggi garam yang memiliki kandungan natrium sangat tinggi," ungkap ahli tersebut. Sarapan yang seimbang memberikan nutrisi penting yang membantu menjaga energi dan mendukung proses metabolisme yang berhubungan dengan kesehatan ginjal.

Artikel Terkait