Kesehatan

Hubungan Antara GERD dan Serangan Jantung: Fakta atau Mitos?

Penyakit asam lambung, atau GERD, sering menjadi keluhan di kalangan anak muda, menimbulkan pertanyaan mengenai keterkaitannya dengan serangan jantung. Diskusi ini memicu perdebatan antara dokter dan...

A
Ananta Prana
29 August 2026 15 pembaca
GERD bisa memicu serangan jantung? Foto: Getty Images/champja
GERD bisa memicu serangan jantung? Foto: Getty Images/champja

Jakarta - GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) merupakan masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan, terutama oleh generasi muda. Gejala yang sering muncul di area dada membuat banyak orang bertanya-tanya apakah kondisi ini memiliki hubungan langsung dengan penyakit jantung. Beberapa individu bahkan berpendapat bahwa GERD dapat memicu serangan jantung. Hal ini sempat memicu ketidakpuasan di kalangan dokter jantung yang merasa edukasi mereka tentang hubungan antara GERD dan serangan jantung dibantah oleh netizen.

Perbedaan Antara GERD dan Penyakit Jantung

Mengenai hubungan antara kedua kondisi tersebut, dr. Maya Munigar Apandi, seorang praktisi kesehatan, menjelaskan bahwa GERD dan penyakit jantung adalah dua entitas yang berbeda dan tidak memiliki hubungan langsung secara medis. Namun, ia menambahkan bahwa keduanya bisa saling terkait secara tidak langsung. "Si sumber stresnya itu, misalnya GERD-nya disebutkan (karena) stres, dia tentu bisa menjadi salah satu penyebab keluhan-keluhan (penyakit jantung) tersebut," ungkap dr. Maya saat ditemui.

Menurut dr. Maya, baik GERD maupun serangan jantung dapat dipicu oleh faktor yang sama, yaitu stres berkepanjangan. Dalam beberapa kasus, gejala serangan jantung dapat menyerupai keluhan yang dialami penderita GERD. Stres kronis dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produksi asam lambung secara signifikan. Asam lambung yang berlebihan ini dapat naik ke kerongkongan (refluks), menyebabkan rasa tidak nyaman di ulu hati, heartburn, mual, muntah, hingga sensasi tidak nyaman di tenggorokan yang dikenal sebagai Laryngopharyngeal Reflux (LPR).

Kesamaan Gejala yang Berbahaya

Meskipun GERD umumnya tidak merusak jantung, faktor stres yang memicu gangguan lambung juga dapat menyebabkan masalah pada sistem kardiovaskular. Hal yang paling berisiko adalah ketika serangan jantung disalahartikan sebagai gejala GERD karena kemiripan gejalanya. Menurut dr. Maya, keluhan yang mirip dengan asam lambung ini dapat terjadi tergantung pada lokasi pembuluh darah jantung yang mengalami masalah.

Serangan yang terjadi di sisi kiri jantung biasanya menimbulkan gejala klasik seperti nyeri di dada sebelah kiri, terasa seperti ditekan beban berat, dan menjalar. Sebaliknya, jika serangan terjadi di sisi kanan atau bagian bawah, gejalanya akan lebih terfokus di area ulu hati karena letaknya yang berdekatan dengan lambung. Inilah yang menyebabkan serangan jantung sering kali menampilkan gejala yang mirip dengan keluhan GERD.

Artikel Terkait