Kesehatan

Hubungan Antara Waktu Sarapan dan Umur Panjang: Temuan Menarik dari Penelitian

Sebuah studi menemukan bahwa waktu sarapan dapat berpengaruh terhadap risiko kematian, menunjukkan bahwa tidak hanya jenis makanan yang penting, tetapi juga kapan makanan tersebut dikonsumsi.

D
Dinda Mughni
25 August 2026 15 pembaca
Foto: Ilustrasi sarapan (Getty Images/AJ_Watt)
Foto: Ilustrasi sarapan (Getty Images/AJ_Watt)

Jakarta - Selama ini, banyak saran mengenai sarapan berfokus pada jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa waktu makan juga memiliki peranan penting. Studi ini menunjukkan adanya hubungan antara waktu makan dan umur panjang, meskipun tidak membuktikan bahwa perubahan waktu makan secara langsung memengaruhi usia seseorang. Penelitian ini menyoroti bahwa kesehatan dipengaruhi oleh apa yang dimakan dan kapan makanan tersebut dikonsumsi.

Para peneliti melakukan analisis terhadap data dari 31.044 orang dewasa berusia 40 tahun ke atas di Amerika Serikat, yang diambil dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) yang berlangsung antara tahun 1999 hingga 2018. Setiap peserta diminta untuk melaporkan semua yang mereka konsumsi dalam 24 jam sebelumnya, termasuk waktu konsumsi setiap makanan dan minuman. Studi yang dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition pada 31 Juli 2026 ini menyimpulkan bahwa makanan atau minuman yang mengandung kalori dan dikonsumsi setelah pukul 04.00 dapat dianggap sebagai "makanan pertama". Ini menunjukkan bahwa konsumsi tersebut tidak harus berupa sarapan konvensional.

Analisis Data dan Temuan Kematian

Asupan kalori terakhir dalam sehari didefinisikan sebagai makanan terakhir, dan rentang waktu antara konsumsi pertama dan terakhir digunakan untuk menentukan durasi waktu makan (eating window). Para peneliti kemudian menghubungkan data tersebut dengan catatan kematian hingga akhir tahun 2019. Dalam masa tindak lanjut rata-rata 8,6 tahun, tercatat 7.129 peserta meninggal, termasuk 2.259 orang akibat penyakit kardiovaskular. Penelitian ini mempertimbangkan berbagai faktor seperti usia, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, kualitas diet, indeks massa tubuh, asupan energi, serta penyakit yang sudah ada sebelumnya.

Risiko Kematian Berdasarkan Waktu Makan

Pola tertentu terlihat ketika waktu makan pertama semakin mundur. Mereka yang makan pertama antara pukul 08.00 hingga 10.00 memiliki risiko kematian 10 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang makan antara pukul 07.00-08.00. Risiko tersebut meningkat menjadi 19 persen bagi mereka yang makan pertama antara pukul 10.00 hingga tengah hari, dan mencapai 29 persen jika makan pertama dilakukan setelah tengah hari. Pola serupa juga terlihat pada risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, di mana mereka yang baru mengonsumsi makanan pertama setelah tengah hari memiliki risiko kematian 46 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang makan pertama antara pukul 07.00-08.00. Pada usia 50 tahun, kelompok yang makan pertama lebih siang (setelah pukul 12.00) diperkirakan memiliki harapan hidup rata-rata 2,46 tahun lebih pendek.

Selain itu, hubungan antara waktu makan terakhir dan risiko kematian juga menunjukkan pola yang menarik. Dibandingkan dengan mereka yang mengakhiri makan antara pukul 19.00-20.00, mereka yang berhenti makan sebelum pukul 19.00 memiliki risiko kematian 13 persen lebih tinggi, dan risiko tersebut meningkat menjadi 27 persen bagi mereka yang makan setelah tengah malam. Pemodelan menunjukkan bahwa risiko terendah ditemukan pada waktu makan terakhir sekitar pukul 20.00.

Namun, penulis senior Zhilei Shan dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong mengingatkan bahwa ini tidak berarti bahwa waktu makan malam antara pukul 19.00-20.00 adalah waktu yang optimal untuk semua orang. Penelitian ini juga memiliki keterbatasan, karena waktu makan hanya dicatat melalui satu kali pencatatan selama 24 jam, yang mungkin tidak mewakili kebiasaan makan selama bertahun-tahun. "Berdasarkan temuan ini saja, orang-orang seharusnya tidak melakukan perubahan ekstrem pada jadwal makan mereka," kata Shan.

Artikel Terkait