Ekonomi

IHSG Terpeleset ke Level 5.066 di Awal Perdagangan, Sektor Perbankan Berhasil Tampil Perkasa Koreksi Pembukaan Perdagangan Akhir Pekan

S
Safeera Anisa
30 October 2026 3 pembaca
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG hari ini. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG hari ini. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali transaksi pasar pada Jumat (30/10/2026) di zona merah dengan penyusutan sebesar 0,61 persen atau tergerus 31,12 poin. Penurunan ini membawa indeks acuan berlabuh ke posisi 5.066,94, melorot dari angka penutupan hari sebelumnya di posisi 5.098,06. Laporan perkembangan pasar modal ini disusun oleh jurnalis Mela Arnani dari [suspicious link removed].

Catatan Transaksi dan Statistik Pasar di Pukul 09.01 WIB

Merujuk data resmi yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.01 WIB, pergerakan indeks pada menit-menit awal bergerak di rentang 5.053,66 hingga 5.078,86. Aktivitas perdagangan saham terpantau cukup padat, mencatatkan volume perputaran mencapai 1,879 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp 546,5 triliun. Frekuensi transaksi terhitung sebanyak 58,43 juta kali, sedangkan kapitalisasi pasar berada di level Rp 8,914 triliun. Peta pergerakan harga menunjukkan 122 saham berhasil menanjak, 395 saham terkoreksi, dan 446 saham belum beranjak dari posisi semula.

Divergensi Indeks Domestik dan Saham Syariah

Hingga pukul 09.01 WIB, laju kelompok indeks lokal memperlihatkan dinamika yang bervariasi. Indeks LQ45 tercatat menguat 0,33 persen menuju 516,98, dan IDX30 mengekor dengan kenaikan 0,56 persen ke level 290,97. Berlawanan arah, indeks KOMPAS100 harus melorot 0,12 persen ke posisi 290,56. Sementara itu, tekanan jual juga membayangi kelompok saham syariah di mana Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tergerus 0,61 persen ke angka 170,39, serta Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,31 persen ke posisi 290,56.

Peta Rotasi Saham Unggulan LQ45

Deretan saham papan atas yang tergabung dalam LQ45 juga bergerak dua arah di awal sesi perdagangan. Apresiasi positif dicatatkan oleh PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang menguat 0,67 persen ke level 11.200, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang terangkat 0,42 persen ke posisi 2.380, serta PT Astra International Tbk (ASII) yang melonjak 2,35 persen hingga menyentuh 4.800.

Sebaliknya, pelemahan menimpa PT Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) yang terpotong 1,61 persen ke level 1.220, PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) yang menyusut 1,6 persen ke posisi 3.680, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang terkikis 0,52 persen ke angka 950. Tren penurunan berlanjut pada PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sebesar 1,07 persen ke posisi 1.385 dan PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) sebesar 0,75 persen ke level 2.650. Koreksi terbesar dihuni oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang merosot 3,04 persen ke level 1.115. Di sisi lain, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih sanggup menanjak 0,83 persen ke angka 122, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) bertambah 10 poin ke level 2.600.

Sektor Perbankan Jadi Penopang Utama

Performa berbeda diperlihatkan oleh saham-saham perbankan besar yang mayoritas sukses bertengger di zona hijau. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terangkat 0,81 persen ke posisi 4.980. Penguatan ini diikuti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang naik 0,31 persen ke level 3.250, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang menguat 0,36 persen ke harga 2.820. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turut melonjak 0,81 persen ke level 3.750. Berbeda dari rekan-rekan sebidangnya, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) justru mengalami pelemahan 0,55 persen hingga berada di level 905.

Artikel Terkait