Kesehatan

Kalsium: Penting untuk Tulang dan Gigi, Namun Berisiko bagi Jantung

Kalsium dikenal sebagai mineral penting untuk kesehatan tulang dan gigi, tetapi kelebihan kalsium dapat meningkatkan risiko masalah jantung yang serius. Penjelasan dari seorang dokter jantung mengungk...

E
Eira Orelia
27 August 2026 11 pembaca
Kalsium juga berhubungan dengan kesehatan jantung. Foto: Getty Images/Phanphen Kaewwannarat
Kalsium juga berhubungan dengan kesehatan jantung. Foto: Getty Images/Phanphen Kaewwannarat

Kalsium selama ini dikenal sebagai mineral yang esensial untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi. Namun, dalam konteks kesehatan jantung, kelebihan kalsium justru dapat menimbulkan risiko yang serius. Meskipun hubungan kalsium dengan jantung tidak sepopuler kaitannya dengan tulang, dampaknya dapat memicu serangan jantung. Pertanyaannya, apakah benar bahwa kelebihan kalsium dapat membahayakan jantung?

Menanggapi pertanyaan tersebut, dr Maya Munigar Apandi, seorang dokter jantung, menjelaskan bahwa kalsium yang berhubungan dengan jantung adalah unsur yang sama dengan yang terdapat pada tulang dan gigi. Namun, proses metabolisme yang terjadi pada keduanya berbeda. Dalam pemeriksaan medis sehari-hari, dokter dapat memantau kadar kalsium elektrolit atau ionik melalui sampel darah dengan nilai normal yang telah ditentukan. Sementara itu, kalsium pada jantung dinilai berdasarkan akumulasi fisik yang menempel pada dinding pembuluh darah.

Mekanisme Pembentukan Kerak di Pembuluh Darah

Penumpukan kalsium di pembuluh darah jantung terjadi akibat reaksi kompleks dalam proses aterosklerosis. Seiring waktu, elemen kalsium akan mengendap dan berinteraksi dengan zat penyumbat lainnya. "Deposit atau penumpukan kalsium ini terbentuk karena proses plak aterosklerosis. Dia menumpuk di sini, bereaksi dengan si lemak dan komponen-komponen lain yang membentuk plak atau kerak dari aterosklerosis," jelas dr Maya.

Seiring berjalannya waktu, reaksi tersebut akan menyebabkan tumpukan kerak kalsium semakin tebal dan berat di dalam pembuluh darah.

Pengukuran Penumpukan Kalsium

Untuk mengetahui sejauh mana akumulasi kalsium telah terjadi, tim medis menggunakan teknologi CT Scan. Teknologi ini memungkinkan dokter untuk menghitung calcium score (skor kalsium) secara otomatis. Besarnya skor kalsium ini menjadi indikator langsung dari risiko penyakit kardiovaskular yang dihadapi pasien. "Hitungnya soalnya bukan berhitung seperti biasa. Nanti by system kita scoring dengan CT Scan tersebut. Semakin tinggi nilainya, kita anggap burden atau beban dari risiko kardiovaskular ini juga semakin tinggi," ungkap dr Maya.

Menurut dr Maya, penumpukan kalsium dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, kurang tidur, serta pola makan yang tidak teratur dan rendah gizi. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, terutama bagi individu yang memiliki riwayat penyakit jantung serta kondisi lain yang dapat memicu gagal jantung, seperti kolesterol tinggi, hipertensi, dan diabetes.

Artikel Terkait