Kesehatan

Kanker Payudara Meningkat pada Wanita Muda, Stres Tinggi Diduga Menjadi Penyebab

Kasus kanker payudara semakin banyak terjadi pada wanita muda, dengan stres tinggi sebagai salah satu pemicu yang diidentifikasi oleh para ahli.

V
Vina Maharani
30 August 2026 10 pembaca
Foto: Getty Images/iStockphoto/lovelyday12
Foto: Getty Images/iStockphoto/lovelyday12

Jakarta - Peningkatan kasus kanker payudara kini terlihat pada wanita yang masih berusia muda. Jika sebelumnya penyakit ini lebih umum ditemukan pada wanita di atas 50 tahun, kini tren menunjukkan bahwa wanita berusia 30-an dan bahkan di bawah 40 tahun juga terdiagnosis. "Pasien termuda saya berusia 19 tahun, tanpa riwayat keluarga. Namun, saat ini banyak kasus yang terdeteksi. Tingkat stres yang tinggi bisa menjadi salah satu pemicu. Mengapa? Karena stres dapat memicu inflamasi dalam tubuh," jelas Dr. Lim Sue Zann, seorang dokter spesialis bedah payudara dari Solis Breast Care & Surgery Centre di Singapura.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Research and Public Health, meskipun kanker tidak secara langsung terkait dengan stres, stres kronis dapat memicu peradangan yang mengganggu fungsi normal tubuh. Kondisi stres yang berkepanjangan menyebabkan pelepasan hormon stres, seperti kortisol dan norepinefrin, secara terus-menerus. Hormon-hormon ini merangsang produksi sitokin pro-inflamasi, yang berkontribusi pada peradangan kronis tingkat rendah dalam tubuh.

Pemahaman tentang Peradangan Kronis

Peradangan kronis ini dapat merusak DNA sel, menurunkan sistem imun, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sel-sel mutasi menjadi tumor atau kanker.

Pentingnya Deteksi Dini

Dr. Lim menjelaskan bahwa ketika seseorang menemukan perubahan atau benjolan di payudaranya, hal tersebut wajar menimbulkan kekhawatiran. Namun, benjolan tersebut hanyalah temuan fisik dan bukan diagnosis kanker yang pasti. Sebagian besar benjolan bersifat jinak, seperti kista, fibroadenoma, atau perubahan fibrokistik. Untuk memastikan karakteristik benjolan, pemeriksaan fisik saja tidak cukup; diperlukan pemeriksaan pencitraan seperti USG atau mamografi. Jika hasil pencitraan mencurigakan, biopsi akan direkomendasikan untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat. "Deteksi dini bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga dapat menyelamatkan payudara," tegasnya.

Dengan meningkatnya kasus kanker payudara pada usia muda, penting untuk menyadari gejala dan melakukan pemeriksaan secara rutin untuk deteksi dini.

Artikel Terkait