Kesehatan

Kekhawatiran Terkait Sawi Putih Tercemar Formalin di China

Otoritas China mengonfirmasi adanya sawi putih yang terkontaminasi formaldehida, memicu kepanikan di dalam dan luar negeri. Penyelidikan pun dilakukan setelah temuan ini viral di media sosial.

A
Agus Wigati
03 September 2026 2 pembaca
Foto: Getty Images/officeU1
Foto: Getty Images/officeU1

Jakarta - Awal pekan ini, pemerintah China mengumumkan bahwa beberapa sawi putih (Napa cabbage) dari negara tersebut terdeteksi positif mengandung residu formaldehida, sebuah bahan kimia yang diketahui dapat menyebabkan kanker. Menurut laporan dari ABC Net, formaldehida adalah zat tidak berwarna yang sering digunakan dalam proses pengawetan jenazah untuk memperlambat pembusukan. Zat ini ditemukan pada sejumlah sawi putih dan diduga digunakan untuk mempertahankan kesegaran sayuran selama pengangkutan di musim panas dan gugur yang relatif hangat.

Di China, penggunaan formaldehida untuk mengawetkan makanan dilarang keras. Otoritas setempat telah melakukan pemeriksaan di berbagai pasar di seluruh negeri untuk mencari kemungkinan adanya sayuran lain yang terkontaminasi.

Dugaan Praktik Berbahaya Terungkap Melalui Media Sosial

Kekhawatiran ini pertama kali diungkap oleh seorang vlogger lingkungan asal China bernama Yu Lie Qi Ge. Dalam video yang ia dokumentasikan saat panen di Hebei, salah satu daerah penghasil sawi putih terbesar di China, ia melihat sejumlah sawi putih dicelupkan ke dalam cairan bening sebelum dimuat ke truk untuk didistribusikan ke pasar di wilayah selatan China. Dalam video tersebut, terlihat botol bertuliskan "formaldehyde solution" di sekitar truk.

Setelah video tersebut viral, otoritas terkait melakukan pengujian dan menemukan adanya formaldehida pada sayuran tersebut. Yu Lie Qi Ge melanjutkan penelusuran distribusi sawi putih tersebut hingga ke beberapa pasar di China bagian selatan. Pihak berwenang kemudian mengonfirmasi keaslian video dan menyatakan bahwa telah terjadi "praktik ilegal". Investigasi pun segera dilaksanakan.

Tindakan Pemerintah dan Dampaknya

Pemerintah Kabupaten Kangbao di Hebei menyatakan telah melakukan penyelidikan darurat untuk menelusuri distribusi sawi putih yang diduga terpapar formaldehida. Polisi juga dilaporkan telah mengambil tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat, meskipun rincian tindakan tersebut belum dipublikasikan.

Seiring dengan meningkatnya perhatian publik, beberapa pasar grosir produk pertanian mulai melakukan pemeriksaan terhadap sawi putih yang berasal dari Kabupaten Kangbao, dan beberapa di antaranya menghentikan sementara perdagangan komoditas tersebut. Pemerintah pusat China juga meluncurkan pemeriksaan di pasar-pasar secara nasional untuk mendeteksi kemungkinan kontaminasi dan menyatakan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang melanggar aturan.

Namun, hingga saat ini, belum ada informasi yang jelas mengenai seberapa luas praktik ini terjadi, kapan dimulai, dan berapa banyak sawi putih yang terdampak. Kasus ini juga menarik perhatian negara-negara lain di Asia, mengingat China merupakan salah satu pemasok utama sawi putih di dunia.

Korea Selatan, sebagai salah satu pengimpor utama, mengumumkan akan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China. Sementara itu, pemerintah Taiwan memastikan bahwa sawi putih dari China dilarang untuk diimpor ke wilayahnya, dan Singapura juga mengambil langkah serupa dengan memperketat pengawasan terhadap impor sawi putih dari China.

Artikel Terkait