Politik

Tantangan Akses Obat Murah Akibat Kebijakan Paten

Risa Oktaviana mengungkapkan perjuangannya menghadapi hipertensi paru yang terdiagnosis terlambat, berawal dari serangan jantung yang dialaminya pada 2017. Kebijakan paten yang ada menjadi salah satu...

E
Eko Prasetyo
03 September 2026 2 pembaca
tempo.co Sumber: tempo.co
Gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta, 25 Mei 2026. Tempo/Imam Sukamto
Gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta, 25 Mei 2026. Tempo/Imam Sukamto

Risa Oktaviana pertama kali merasakan gejala hipertensi paru pada tahun 2017, ketika ia mengalami serangan jantung. Penyakit jantung bawaan yang dideritanya sejak kecil tidak terdeteksi sebelumnya, sehingga tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Baru pada tahun 2020, Risa mengetahui bahwa ia mengalami hipertensi paru atau pulmonary hypertension.

Perjuangan Melawan Penyakit

Risa harus menghadapi berbagai tantangan dalam mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Keterlambatan dalam diagnosis mengakibatkan kondisi kesehatannya semakin memburuk. Ia menyadari bahwa akses terhadap obat-obatan yang efektif sangat penting, namun kebijakan paten yang ada sering kali menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh obat yang terjangkau.

Dampak Kebijakan Paten

Kebijakan paten yang ketat dapat menyulitkan publik dalam mengakses obat-obatan yang diperlukan, terutama bagi mereka yang tidak mampu secara finansial. Risa menjadi salah satu contoh nyata dari dampak tersebut, di mana ia harus berjuang tidak hanya melawan penyakitnya, tetapi juga menghadapi kesulitan dalam mendapatkan obat yang sesuai.

Dengan kondisi kesehatan yang semakin memburuk, Risa berharap agar kebijakan yang ada dapat diperbaiki untuk memastikan bahwa semua orang memiliki akses yang sama terhadap perawatan kesehatan yang mereka butuhkan.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait