Universitas Diponegoro (Undip) telah mengeluarkan klarifikasi resmi mengenai meninggalnya dr. Yuda Nabella Prameswari, M.Biomed., yang merupakan mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Jiwa di Fakultas Kedokteran Undip/RSUP Dr. Kariadi. Kampus menyatakan bahwa almarhumah meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah (DBD) setelah mendapatkan perawatan intensif.
Nurul Hasfi, yang mewakili Direktorat Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian almarhumah serta meluruskan berbagai spekulasi yang beredar di media sosial. "Sejauh ini, berdasarkan laporan resmi yang diterima universitas, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi karena sakit Demam Berdarah. Selama perawatan, almarhumah didampingi oleh keluarga serta Departemen dan Program Studi," ungkap Nurul Hasfi dalam pernyataannya.
Detail Kejadian Meninggalnya Almarhumah
Menurut informasi yang disampaikan, dr. Yuda Nabella menghembuskan napas terakhir pada Jumat malam pukul 19.06 WIB di ruang ICU RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sebelum dinyatakan meninggal, dokter muda tersebut telah berjuang melawan infeksi DBD dan menerima perawatan medis secara intensif selama 15 hari. Jenazah almarhumah segera diberangkatkan dari Semarang menuju rumah duka keluarga yang terletak di Serang, Banten.
Respon Terhadap Isu Bullying
Meskipun penyebab utama kematian almarhumah tercatat sebagai infeksi DBD, Undip tetap menanggapi serius berbagai isu terkait dugaan perundungan (bullying) yang sempat menjadi perbincangan di media sosial. Universitas berkomitmen untuk menyelidiki dan menangani isu-isu yang berkaitan dengan kesejahteraan mahasiswa.