Kesehatan

Kontroversi Pelayanan Kesehatan: Kemenkes RI Diminta Lakukan Investigasi

Perdebatan mengenai pelayanan kesehatan di Indonesia dan luar negeri mencuat setelah seorang content creator mengungkapkan pengalaman berobat usus buntu, yang memicu tuduhan adanya 'black campaign'. K...

J
Jarot Kusna
13 August 2026 22 pembaca
Unggahan kontroversial soal pengalaman berobat di Penang memantik kontroversi di kalangan medis. Foto: Getty Images/Victoria Kotlyarchuk
Unggahan kontroversial soal pengalaman berobat di Penang memantik kontroversi di kalangan medis. Foto: Getty Images/Victoria Kotlyarchuk

Jakarta - Saat ini, netizen sedang ramai membahas perbandingan pelayanan kesehatan antara rumah sakit di Indonesia dan luar negeri. Hal ini bermula dari unggahan content creator Fahira Almira yang menceritakan pengalamannya berobat usus buntu, yang kemudian berujung pada tuduhan adanya endorsement dari rumah sakit di Penang, Malaysia. Perbedaan dalam diagnosis usus buntu antara tiga rumah sakit di Indonesia dan rumah sakit di Penang memicu spekulasi di kalangan publik mengenai kemungkinan adanya 'black campaign' yang dilakukan oleh kreator tersebut. Beberapa pihak berpendapat bahwa konten tersebut merupakan bentuk iklan yang tidak transparan.

Unggahan ini dianggap dapat merusak citra profesi dokter, sehingga menarik perhatian banyak pihak. Salah satu yang memberikan tanggapan adalah dr Dicky Budiman, seorang dokter sekaligus pakar Global Health Security. Ia menekankan pentingnya dilakukan investigasi lebih lanjut terkait kasus ini. Menurutnya, Kementerian Kesehatan RI perlu menyelidiki kontroversi ini agar tidak merugikan reputasi dokter-dokter di Indonesia. "Saran saya, ya, investigasi resmi dari Kemenkes supaya ada langkah proporsional dan tepat, ya, untuk memverifikasi apakah ini kritik jujur berbasis fakta medis atau kampanye komersial terselebung," ungkap dr Dicky.

Panggilan untuk Verifikasi

Dr Dicky juga menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan dapat melakukan verifikasi dengan meminta rekaman medis resmi jika terdapat keraguan mengenai diagnosis yang diberikan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa informasi yang beredar tidak menyesatkan masyarakat.

Tanggapan Menteri Kesehatan

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan respons terhadap isu ini dengan menyatakan bahwa pihaknya belum melihat konten video tersebut dan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu. "Saya belum lihat, tapi nanti saya akan catat, nanti aku cari," ujar Menkes Budi saat ditemui di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Isu ini juga menarik perhatian Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang memberikan suara mengenai dugaan 'black campaign' yang ditujukan kepada rumah sakit di Penang, yang dinilai dapat merugikan dokter-dokter di Indonesia.

Artikel Terkait