Kesehatan

--- Membedakan Sensasi Berdebar dan Gejala Aritmia Jantung ---

--- Banyak orang keliru menganggap sensasi berdebar di dada sebagai tanda aritmia. Namun, dokter menjelaskan bahwa keduanya adalah kondisi yang berbeda. ---

A
Adhe Dharma
14 August 2026 17 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/Chinnapong
Foto ilustrasi: Getty Images/Chinnapong
---TITLEEXCERPT--- Banyak orang keliru menganggap sensasi berdebar di dada sebagai tanda aritmia. Namun, dokter menjelaskan bahwa keduanya adalah kondisi yang berbeda. ---CONTENT---

Jakarta - Banyak individu sering kali mengasosiasikan sensasi berdebar di dada dengan penyakit aritmia atau gangguan irama jantung. Namun, apakah kedua kondisi tersebut benar-benar sama? Dr. Simon Salim, seorang spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi kardiovaskular dari Brawijaya Hospital, menjelaskan perbedaan mendasar antara keduanya.

Dr. Simon menegaskan bahwa berdebar adalah keluhan yang bersifat subjektif, sementara aritmia merupakan penemuan objektif yang dapat diidentifikasi oleh dokter. "Berdebar itu adalah keluhan subjektif. Sedangkan aritmia itu adalah penemuan objektif dari dokter," jelasnya dalam tayangan detikSore.

Memahami Aritmia dan Sensasi Berdebar

Menurut dr. Simon, aritmia berarti adanya gangguan pada irama jantung, yang bisa terjadi dengan detak yang lebih cepat atau lebih lambat dari normal. "Aritmia itu artinya gangguan irama, bisa lebih cepat atau bisa lebih lambat dari yang seharusnya. Kalau berdebar beda lagi, berdebar kan memang perasaan," tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa tidak semua sensasi berdebar disebabkan oleh aritmia. Sebaliknya, orang yang mengalami aritmia tidak selalu merasakan gejala berdebar. "Aritmia ini terdiri dari berbagai macam penyakit yang semua dikategorikan dalam aritmia. Oleh karena itu, aritmia harus dibuktikan dengan rekaman listrik jantung (EKG), karena memang ini adalah gangguan listrik jantung," ungkap dr. Simon.

Pentingnya Pemeriksaan Medis untuk Aritmia

Dr. Simon mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan aritmia yang tidak menunjukkan gejala. Ketiadaan rasa sakit atau berdebar bukan berarti kondisi jantung seseorang aman. "Jadi kita enggak bisa menyatakan karena ada gejala berdebar dia pasti lebih berbahaya. Kita harus membedakan aritmia yang mengganggu kehidupan sehari-hari dengan aritmia yang berpotensi berbahaya," jelasnya.

Walaupun beberapa kasus aritmia muncul tanpa gejala, dr. Simon menyebutkan beberapa tanda yang sering dikeluhkan oleh pasien. Selain sensasi berdebar, gejala fisik lainnya yang mungkin dirasakan oleh penderita aritmia meliputi:

  • Tubuh terasa lemas: Hal ini disebabkan oleh aliran darah dan oksigen dari jantung yang tidak terpompa secara optimal ke seluruh tubuh.
  • Mudah lelah: Merasa sangat capek meskipun hanya melakukan aktivitas harian yang ringan.
  • Sensasi hampir pingsan atau kehilangan kesadaran: Ini terjadi ketika irama jantung berdetak terlalu lambat atau cepat secara mendadak, sehingga suplai darah ke otak menurun drastis.

"Yang paling banyak (gejala) memang berdebar, berdebar merupakan salah satu gejala dari aritmia. Nah yang berikutnya adalah rasa lemas, mudah lelah, bahkan seperti pingsan," ujar dr. Simon.

Untuk memastikan apakah sensasi berdebar yang dialami merupakan tanda aritmia yang berbahaya atau tidak, pemeriksaan medis sangat diperlukan. Dr. Simon menyarankan agar segera melakukan pemeriksaan rekam listrik jantung atau elektrokardiogram (EKG) di fasilitas kesehatan terdekat.

Artikel Terkait