Kesehatan

Mengapa Gen Z Terlihat Lebih Tua? Ini Penjelasannya

Fenomena 'visual age gap' antara Generasi Z dan Milenial menjadi perbincangan, di mana Gen Z sering dianggap lebih tua dari usia mereka yang sebenarnya. Beberapa faktor medis dan gaya hidup berkontrib...

A
Adhe Dharma
19 August 2026 14 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/twinsterphoto
Foto ilustrasi: Getty Images/twinsterphoto

Jakarta - Pada tahun 2026, kelompok tertua dari Generasi Z (Gen Z) akan mencapai usia 30 tahun. Di tengah peralihan usia ini, fenomena 'visual age gap' menjadi topik hangat yang sering diperbincangkan. Istilah tersebut merujuk pada perbedaan tampilan usia antara Gen Z dan Milenial, di mana Gen Z sering kali dinilai terlihat lebih tua dibandingkan dengan usia mereka, sementara Milenial yang mendekati usia 40 tahun tampak lebih muda.

Penyebab Gen Z Terlihat Lebih Tua

Berdasarkan analisis yang dirangkum dari The Standard UK, ada beberapa faktor medis dan gaya hidup yang menjelaskan fenomena ini. Salah satunya adalah tingkat stres yang tinggi yang dialami oleh Gen Z. Dr. Kellie Reed, seorang dokter spesialis kulit dari Amerika Serikat, menjelaskan bahwa Gen Z cenderung menghadapi tekanan yang lebih besar. Lonjakan hormon kortisol akibat stres yang berkepanjangan dapat merusak produksi kolagen alami kulit dan memperburuk peradangan, yang pada akhirnya mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan.

Selain itu, banyak Gen Z yang melakukan prosedur estetika di usia yang sangat muda. Dorongan dari media sosial sering kali menimbulkan rasa tidak percaya diri, sehingga mereka berbondong-bondong menjalani berbagai perawatan kecantikan seperti filler suntik, Botox, dan perawatan laser. Dr. Reed menekankan bahwa meskipun prosedur ini dapat efektif jika dilakukan dengan benar, penggunaan filler secara berlebihan atau terlalu dini dapat mengganggu perkembangan struktur wajah alami. Ironisnya, hal ini justru membuat wajah mereka terlihat lebih tua dan menghilangkan kesegaran alami yang seharusnya dimiliki oleh usia muda.

Pengaruh Gaya Hidup dan Kebiasaan Sehari-hari

Gaya hidup yang tidak sehat juga berkontribusi pada kondisi kulit Gen Z. Generasi ini tercatat sebagai kelompok dengan tingkat penggunaan rokok elektrik (vaping) yang tertinggi. Ditambah dengan masalah kurang tidur, pola makan yang buruk, durasi waktu yang lama di depan layar, serta gaya hidup yang minim aktivitas fisik, semua faktor ini memperburuk keadaan kulit mereka.

Di sisi lain, para ahli mencatat bahwa laju penuaan visual pada Milenial cenderung lebih lambat meskipun mereka mendekati usia kepala empat. Salah satu alasannya adalah perhatian mereka terhadap perawatan kulit. Riset menunjukkan bahwa Milenial mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk perawatan kulit. Berbeda dengan generasi sebelumnya, mereka sudah dibiasakan menggunakan sunscreen sejak kecil, sehingga mereka memahami pentingnya perlindungan dari sinar UV untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah kerusakan kolagen, kebiasaan yang terus mereka pertahankan hingga dewasa.

Artikel Terkait