Jakarta - Apakah Anda pernah merasakan getaran ponsel di saku celana, namun saat diperiksa tidak ada notifikasi yang muncul? Fenomena ini dikenal dengan istilah sindrom getaran kantong palsu.
Sebuah studi yang dilakukan di sebuah universitas di Amerika Serikat menemukan bahwa sekitar 89 persen mahasiswa mengalami sensasi getaran tersebut setidaknya dua kali dalam sebulan. Dari jumlah tersebut, satu dari sebelas orang merasa terganggu oleh pengalaman ini.
Penyebab Fenomena Ini
Dr. Larry Rosen, seorang Profesor Emeritus Psikologi di California State University, menjelaskan bahwa fenomena ini mungkin disebabkan oleh kondisi yang disebut 'kecemasan digital'. Hal ini membuat individu merasa perlu untuk terus memeriksa ponsel mereka. Akibatnya, mereka bisa saja salah menginterpretasikan sinyal sederhana dari neuron di sekitar saku sebagai notifikasi, padahal itu hanya sensasi gatal yang perlu digaruk.
"Tubuh kita selalu berada dalam kondisi menunggu dan mengantisipasi interaksi teknologi, yang biasanya berasal dari ponsel pintar," ungkap Larry. "Dengan kecemasan antisipatif tersebut, ketika kita mendapatkan stimulasi neurologis apa pun, misalnya celana yang bergesekan dengan kaki, kita dapat menafsirkannya melalui kecemasan tersebut sebagai, 'Oh, ponsel saya bergetar'," tambahnya.
Langkah Mengatasi Kecemasan Digital
Jika seseorang meyakini bahwa neurotransmiter yang berhubungan dengan kecemasan menyebabkan otak menafsirkan sinyal neurologis acak sebagai kemungkinan notifikasi ponsel, maka penting untuk mulai melatih kembali otak dan mengurangi respons kecemasan tersebut. Larry menekankan bahwa respons ini tidak baik bagi manusia karena membuat otak selalu dalam keadaan waspada, sehingga sulit untuk berkonsentrasi maupun beristirahat.
Untuk mengatasi hal ini, disarankan untuk melakukan aktivitas tanpa teknologi selama 10 menit setiap 90-120 menit. Ini dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan. Selain itu, buatlah jadwal untuk mengakses komunikasi elektronik, misalnya setiap 15 menit, lalu matikan perangkat selama periode waktu tersebut.
Beberapa aktivitas yang disarankan antara lain: berjalan-jalan di alam, melakukan meditasi mindfulness singkat, berolahraga, mendengarkan musik, bernyanyi, berlatih bahasa asing, membaca buku humor, serta berbicara dengan seseorang secara langsung atau melalui telepon.
Dengan melakukan langkah-langkah ini, diharapkan individu dapat mengurangi kecemasan digital dan menghindari sensasi getaran ponsel yang tidak perlu.