Kesehatan

Mengapa Ube Lebih Mahal daripada Ubi Ungu Meski Warnanya Serupa?

Ube, umbi khas Filipina, kini menjadi tren di kalangan anak muda dengan berbagai olahan makanan yang menarik. Meskipun memiliki warna ungu yang sama dengan ubi ungu lokal, harga ube jauh lebih tinggi.

E
Eko Prasetyo
23 August 2026 15 pembaca
Ube Filipina alias Dioscorea alata. Foto: Getty Images/Luis Echeverri Urrea
Ube Filipina alias Dioscorea alata. Foto: Getty Images/Luis Echeverri Urrea

Di Jakarta, ube telah menjadi fenomena kuliner yang populer di kalangan generasi muda. Dengan berbagai olahan seperti dubai pistachio chewy ube dan matcha ube, makanan berbasis umbi ini semakin banyak dicari. Bahkan, diperkirakan bahwa popularitas ube akan menggeser ketenaran matcha. Berbagai kafe dan restoran modern kini berlomba-lomba untuk menghadirkan menu-menu dengan nuansa ungu yang mengusung nama "ube".

Fenomena ini tidak hanya menggembirakan para penggemar kuliner, tetapi juga menimbulkan pertanyaan menarik: Mengapa harga hidangan ube bisa jauh lebih mahal dibandingkan dengan jajanan berbahan dasar ubi ungu lokal (Ipomoea batatas), meskipun keduanya memiliki warna yang serupa?

Faktor Penyebab Harga Tinggi Ube

Ternyata, ada beberapa alasan yang menjelaskan mengapa ube, yang merupakan umbi impor dari Filipina, memiliki harga yang jauh lebih tinggi. Menurut Prof Agung Karuniawan, seorang pakar dari Plan Genetic Resources, harga ube (Dioscorea alata) yang lebih mahal disebabkan oleh faktor pasar dan rantai pasok, bukan karena aspek biologis atau proses produksi tanaman tersebut. "Ube khas Filipina, terutama varietas dengan warna ungu yang kuat serta karakter aroma dan cita rasa tertentu, memiliki nilai tambah yang tinggi dalam industri makanan dan dessert," ungkapnya.

Selain itu, meningkatnya popularitas ube di tingkat global juga berkontribusi terhadap lonjakan harga umbi ini. Saat ini, pasokan bahan baku dan bahan tanam ube belum mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat. "Pada tahun 2026, DOST (Department of Science and Technology) Filipina bahkan melaporkan adanya upaya khusus untuk meningkatkan ketersediaan bahan tanam dan produksi ube karena pasokan menjadi salah satu kendala dalam pengembangan komoditas ini," jelas Prof Agung.

Perbandingan dengan Ubi Ungu Lokal

Prof Agung juga menambahkan bahwa ubi ungu lokal sudah lebih dikenal di Indonesia sebagai bahan pangan dan bahan baku untuk berbagai produk. Karena rantai pasoknya sudah lebih terbangun, harga ubi ungu lokal tidak setinggi harga ube. "Jadi, harga premium ube lebih banyak berkaitan dengan kelangkaan, karakter varietas, permintaan pasar, dan posisinya sebagai bahan baku produk premium, bukan hanya karena warna ungunya," tutupnya.

Dengan demikian, meskipun ube dan ubi ungu memiliki kesamaan warna, berbagai faktor yang mempengaruhi harga membuat ube menjadi komoditas yang lebih mahal di pasaran.

Artikel Terkait