Kesehatan

Minuman Manis Ternyata Tingkatkan Risiko Kanker Lambung

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis setiap hari dapat meningkatkan risiko kanker lambung, menurut sebuah studi terbaru. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi setidaknya satu porsi m...

D
Dinda Mughni
21 August 2026 17 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/peterschreiber.media
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/peterschreiber.media

Jakarta - Kebiasaan mengonsumsi minuman manis sering kali dihubungkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas dan diabetes tipe 2. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan risiko lain yang lebih serius. Untuk pertama kalinya, sebuah studi menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda atau tinggi gula setiap hari dapat secara signifikan meningkatkan risiko kanker lambung.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Gastro Hep Advances. Para peneliti menemukan bahwa individu yang mengonsumsi minimal satu porsi minuman manis setiap hari memiliki kemungkinan 2,45 kali lebih tinggi untuk mengembangkan kanker lambung dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Temuan Penelitian yang Mencolok

Dr. Andrew T Chan, penulis senior studi dan ahli gastroenterologi dari Massachusetts General Hospital, menjelaskan, "Ini adalah studi pertama yang menunjukkan hubungan antara asupan minuman manis dan kanker lambung pada populasi AS." Ia menambahkan, "Kanker lambung adalah penyebab kematian akibat kanker kelima terbesar di dunia, tetapi kita masih sangat sedikit mengetahui bagaimana faktor pola makan dapat berkontribusi pada kanker ini."

Dalam penelitian ini, tim peneliti menganalisis data dari lebih dari 112.000 peserta yang terlibat dalam dua studi besar jangka panjang, yaitu Nurses' Health Study dan Health Professionals Follow-Up Study. Para peserta secara rutin mengisi kuesioner setiap dua tahun mengenai gaya hidup dan pola makan mereka, termasuk konsumsi soda, es buah, limun, dan minuman olahraga.

Risiko yang Meningkat pada Wanita

Antara tahun 1986 hingga 2022, peneliti mencatat 278 kasus kanker lambung di antara peserta. Setelah mempertimbangkan berbagai faktor risiko yang dapat memengaruhi hasil, ditemukan bahwa peningkatan risiko kanker lambung terjadi pada baik pria maupun wanita. Wanita yang mengonsumsi setidaknya satu minuman manis sehari berisiko tiga kali lipat lebih tinggi terkena kanker lambung, sementara pria mengalami peningkatan risiko sekitar dua kali lipat.

Menariknya, peneliti tidak menemukan adanya hubungan antara konsumsi minuman yang menggunakan pemanis buatan dengan peningkatan risiko kanker lambung.

Pentingnya Penelitian Lanjutan

Dr. Chan menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional, sehingga hanya menunjukkan korelasi antara data, bukan bukti sebab-akibat langsung. Ada faktor-faktor lain yang perlu diteliti lebih lanjut, seperti riwayat infeksi bakteri Helicobacter pylori, yang merupakan penyebab utama gangguan lambung, serta riwayat medis keluarga peserta.

Meskipun demikian, para peneliti mencurigai bahwa ada beberapa mekanisme biologis dalam tubuh yang dapat dipicu oleh minuman manis, yang berpotensi menyebabkan sel kanker. "Beberapa mekanisme mendasar yang diusulkan antara lain kenaikan berat badan, resistensi insulin, ketidakseimbangan hormon steroid, peradangan, kerusakan DNA, hingga ketidakseimbangan mikrobioma usus," jelas tim peneliti. "Namun, mekanisme pasti dari efek karsinogenik minuman manis ini masih perlu diselidiki lebih lanjut melalui studi masa depan."

Artikel Terkait