Jika pemilihan presiden dilaksanakan hari ini, Prabowo Subianto diprediksi akan mengalami kekalahan. Survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) pada periode 5 hingga 19 Juli 2026 menunjukkan bahwa tingkat elektabilitas Prabowo hanya mencapai 14,5 persen, sementara Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, memiliki angka yang jauh lebih tinggi.
Hasil Survei dan Dampaknya
Survei ini mengungkapkan bahwa Dedi Mulyadi berhasil mengungguli Prabowo dalam hal elektabilitas. Dengan hasil ini, banyak pihak mulai mempertanyakan strategi politik yang diambil oleh Prabowo menjelang pemilihan mendatang. Penurunan popularitas ini menjadi perhatian, terutama bagi para pendukung dan tim suksesnya.
Reaksi Terhadap Survei
Berbagai analisis muncul terkait hasil survei ini, yang menunjukkan bahwa Prabowo perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap pendekatan politiknya. Di tengah situasi ini, banyak yang berharap agar Prabowo dapat merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kembali daya tariknya di mata pemilih.