Kesehatan

Penyebab dan Upaya Pencegahan Apendisitis yang Dikenal Selebgram

Kasus apendisitis kembali menjadi sorotan setelah selebgram Fahira Almira mengungkapkan pengalamannya berobat, menyoroti perbedaan diagnosis antara Indonesia dan Malaysia. Artikel ini membahas penyeba...

D
Darma Yudhistira
13 August 2026 16 pembaca
Penyebab dan gejala radang usus buntu. Foto: Getty Images/sirawit99
Penyebab dan gejala radang usus buntu. Foto: Getty Images/sirawit99

Jakarta - Kasus apendisitis, atau radang usus buntu, kembali menjadi perhatian publik setelah selebgram Fahira Almira membagikan pengalamannya mengenai pemeriksaan kondisi tersebut. Ia menyebutkan adanya perbedaan layanan dan diagnosis antara rumah sakit di Indonesia dan Penang, Malaysia, yang kemudian memicu kontroversi terkait tudingan 'black campaign' dan 'pesanan sponsor'. Apendisitis dapat terjadi pada siapa saja, namun paling umum dialami oleh individu berusia antara 10 hingga 30 tahun. Lantas, apa yang menjadi penyebab terjadinya apendisitis dan bagaimana cara untuk mengurangi risikonya?

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Jika merasakan nyeri perut yang terus-menerus, terutama di bagian kanan bawah, hal ini tidak boleh diabaikan. Nyeri akibat apendisitis biasanya dimulai di sekitar pusar dan kemudian berpindah ke perut bagian kanan bawah. Rasa sakit ini umumnya semakin parah dalam beberapa jam dan dapat bertambah buruk saat bergerak, batuk, bersin, atau menarik napas dalam.

Gejala lain yang mungkin muncul meliputi mual, muntah, kehilangan nafsu makan, demam, perut kembung, serta sembelit atau diare. Apendisitis terjadi ketika apendiks mengalami peradangan, yang biasanya disebabkan oleh penyumbatan saluran apendiks. Penyumbatan ini menyebabkan bakteri berkembang biak di dalam apendiks, yang kemudian menimbulkan pembengkakan dan peradangan. Jika tidak segera ditangani, apendiks dapat pecah dan menyebabkan infeksi serius di dalam rongga perut.

Penyebab Penyumbatan Apendiks

Penyumbatan pada saluran apendiks dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Tinja Mengeras: Fecalith atau tinja yang mengeras merupakan salah satu penyebab umum penyumbatan. Gumpalan tinja ini dapat masuk dan menutup saluran apendiks, memicu peradangan.
  2. Jaringan Getah Bening Bengkak: Jaringan limfoid di dinding apendiks dapat membengkak akibat infeksi, baik dari virus maupun bakteri, yang dapat mempersempit atau menutup saluran apendiks. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja.
  3. Parasit Usus: Parasit yang berada di saluran pencernaan juga bisa menjadi penyebab penyumbatan apendiks, meskipun kasus ini relatif jarang.
  4. Benda Asing: Benda asing yang masuk ke dalam saluran pencernaan, seperti biji-bijian atau benda kecil lainnya, dapat menyumbat saluran apendiks dalam kondisi tertentu. Penyebab ini tergolong jarang.
  5. Tumor: Tumor yang terdapat pada apendiks atau jaringan sekitarnya juga dapat menyebabkan penyumbatan, meskipun ini sangat jarang dibandingkan dengan penyebab lainnya.

Perlu dicatat bahwa tidak semua kasus apendisitis memiliki penyebab yang jelas. Oleh karena itu, tidak tepat jika mengaitkan apendisitis hanya dengan jenis makanan tertentu, seperti makanan pedas atau biji cabai.

Upaya Pencegahan Apendisitis

Tidak ada metode yang dapat menjamin pencegahan apendisitis secara penuh, mengingat penyebabnya yang bervariasi dan dalam beberapa kasus, mekanisme yang memicu peradangan tidak dapat diketahui. Salah satu aspek yang banyak diteliti adalah hubungan antara pola makan, khususnya asupan serat, dengan risiko terjadinya apendisitis.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam World Journal of Surgery pada tahun 2025 menunjukkan bahwa asupan serat yang lebih tinggi berhubungan dengan risiko apendisitis yang lebih rendah. Pola makan yang rendah serat, tinggi protein, dan banyak mengandung gula tanpa diimbangi asupan serat juga ditemukan berkaitan dengan peningkatan risiko apendisitis.

Menjaga asupan serat merupakan bagian penting dari pola makan yang sehat. Sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat menjadi sumber serat yang baik. Selain itu, asupan cairan yang cukup juga penting untuk mendukung fungsi saluran pencernaan. Yang tak kalah penting adalah segera berkonsultasi dengan dokter jika muncul gejala yang mengarah pada apendisitis, karena tidak ada makanan tertentu yang dapat menjamin seseorang terhindar dari radang usus buntu.

Artikel Terkait