BANDUNG — Langkah nyata untuk membebaskan masyarakat dari jeratan ekonomi serta maraknya pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) terus dirumuskan di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini sedang mematangkan skema beasiswa penuh yang ditujukan bagi 1.000 anak dari keluarga kurang mampu.
Langkah Strategis Memutus Himpitan Utang
Program pendidikan ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam puncak acara FinExpo 2026 bertajuk "Inklusi Keuangan Cerdas Menuju Indonesia Emas" di Bandung, Kamis (29/10/2026). Inisiatif tersebut dihadirkan karena pembiayaan pendidikan dan kesehatan kerap menjadi pemantik utama yang menyeret ekonomi keluarga ke dalam pusaran utang.
Pemerintah daerah menilai intervensi langsung pada sektor prioritas ini menjadi kunci penting untuk mengurangi beban anggaran rumah tangga warga prasejahtera.
Impian Kuliah Gratis di Kampus Top
Melalui rancangan beasiswa ini, para penerima bantuan ditargetkan dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa biaya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dedi menyampaikan gagasannya secara langsung terkait penyusunan konsep bantuan tersebut.
"Saya sudah akan menyiapkan lagi sekarang 1.000 anak Jawa Barat. Saya ingin, saya cita-cita nih," kata Dedi.
Ia menegaskan komitmennya agar anak-anak dari keluarga tidak mampu memiliki kesempatan emas berilmu di perguruan tinggi ternama.
"Lagi-lagi saya rumusin, ingin semuanya sekolah di ITB. Dan itu orang-orang miskin. Saya lagi nyiapin konsepnya," sambungnya.
Perlindungan Sosial dan Literasi Keuangan Warga
Selain alokasi beasiswa ITB, Pemprov Jabar juga memproyeksikan perlindungan asuransi kesehatan serta kecelakaan kerja bagi 5,4 juta warga Jawa Barat pada APBD 2027, selama kas daerah tidak mengalami defisit.
Di sisi lain, Dedi menyoroti fenomena sosial di mana sebagian warga nekat mengambil pinjol demi menjaga gengsi atau menggelar perayaan pernikahan melebihi kapasitas finansial. Ia mengungkapkan temuan kasus di Majalengka, di mana seorang warga nekat berutang Rp 25 juta hanya demi biaya hajatan.
Oleh sebab itu, ia meminta warganya mengikis kebiasaan "kajeun tekor asal kasohor".
"Apa pesan saya adalah seluruh warga Jabar, agar Jabar tidak menjadi ranking pertama pinjol di Indonesia. Tidak jadi ranking pertama judol di Indonesia," jelas dia.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan cermat dalam mengelola keuangan keluarga.
"Ya caranya satu, ibu-ibunya, bapak-bapaknya, cerdaslah dalam melakukan keuangan," sambungnya.
Dua Tanggung Jawab Utama Negara
Bagi Gubernur Jawa Barat, penjaminan atas akses kesehatan dan pendidikan merupakan kewajiban konstitusional paling mendasar yang wajib ditunaikan oleh negara untuk melindungi masa depan rakyatnya.
"Tugas negara itu cuma dua. Satu, lindungi rakyat ketika sakit, jangan sampai dia habis hasil usaha puluhan tahunnya untuk bayar rumah sakit," ujarnya.
Ia pun menutup penjelasannya dengan menegaskan pentingnya perlindungan terhadap pendidikan anak.
"Dua, lindungi rakyat dari pendidikan anak-anaknya. Jangan sampai untuk nyekolahin anaknya, dia harus jual sawah, jual kembar. Itu tugas negara," pungkasnya.