Kesehatan

Tren Matcha Ube Latte: Sehat atau Tidak? Simak Penjelasan Dokter Gizi

Kombinasi matcha dan ube sedang populer di kalangan pecinta kuliner, namun apakah minuman ini benar-benar sehat? Seorang dokter spesialis gizi memberikan pandangannya mengenai fenomena ini.

J
Jaya Abdi
17 August 2026 21 pembaca
Foto: Canva AI
Foto: Canva AI

Perpaduan antara matcha dan ube, umbi ungu, kini tengah menjadi tren di media sosial, baik dalam bentuk minuman maupun dessert. Kombinasi warna ungu dan hijau yang menarik perhatian membuat olahan seperti matcha ube latte dan es krim ube sangat diminati. Banyak orang beranggapan bahwa karena menggunakan bahan alami, minuman ini merupakan pilihan yang sehat.

Pandangan Dokter Gizi

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze SpGK, mengingatkan agar masyarakat tidak terbawa arus hanya karena label "bahan alami" yang disematkan pada produk olahan ube. "Jadi jangan karena ada kata 'ube' terus dianggap produknya otomatis sehat. Ube dalam bentuk umbi pasti beda dengan dessert rasa ube," jelas dr. Yaze.

Manfaat dan Risiko Konsumsi

Walaupun dr. Yaze menyatakan bahwa tidak ada larangan bagi orang yang sehat untuk menikmati kuliner ini, ia mengingatkan agar tidak mengonsumsinya secara berlebihan atau menjadikannya sebagai pengganti makanan utama. Secara nutrisi, ube utuh kaya akan serat dan antioksidan. Namun, ketika diolah menjadi dessert dengan tambahan pemanis buatan dan produk susu tinggi lemak, manfaat dari serat tersebut dapat tertutupi oleh peningkatan kalori dan gula.

"Nah kalau diolah jadi ice cream atau latte atau jenis dessert lain, sebenarnya ube-nya sendiri tidak masalah. Kalau sudah ditambahkan banyak gula, susu kental manis, krimer, atau lemak pasti kalorinya jadi lebih tinggi, nilai gizinya juga jadi beda," ungkap dr. Yaze.

Artikel Terkait