Kesehatan

Wabah Ebola di Kongo Mengkhawatirkan, Lebih dari 2.300 Korban Jiwa

Wabah Ebola di Kongo terus meluas dan belum terkontrol, dengan lebih dari 2.300 orang meninggal dunia. Para ahli kesehatan mengungkapkan kekhawatiran atas banyaknya kasus baru yang tidak terhubung den...

I
Indriani Atmaja
19 August 2026 19 pembaca
Foto: DW (News)
Foto: DW (News)

Sejumlah ahli kesehatan memperingatkan bahwa wabah Ebola yang melanda Kongo saat ini masih jauh dari kondisi yang terkendali. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah tingginya jumlah kasus baru yang tidak memiliki hubungan yang jelas dengan pasien Ebola sebelumnya, menunjukkan bahwa penularan virus belum sepenuhnya terputus.

Diperkirakan sekitar 70 hingga 80 persen dari kasus baru tidak terhubung dengan pasien lain yang sudah teridentifikasi. Ini menunjukkan bahwa virus masih menyebar secara tidak terdeteksi di berbagai wilayah. "Kita masih jauh dari mengetahui besarnya wabah ini," ujar Dr. Wessam Mankoula, Kepala Kesiapsiagaan dan Respons Darurat Africa CDC. Ia menambahkan bahwa wabah ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat, "Ini tidak akan berakhir dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan," tegasnya.

Upaya Pengendalian yang Terhambat

Menurut laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) mungkin dapat dikendalikan dalam waktu tiga bulan ke depan. Namun, berbagai tantangan dalam penanganan saat ini justru menyebabkan penyebaran virus semakin meluas. Wabah ini dilaporkan telah menyebar ke enam provinsi.

Thierno Balde, Manajer Insiden WHO, menyatakan bahwa target pengendalian wabah dalam tiga bulan masih mungkin tercapai, asalkan sumber daya yang diperlukan tersedia. "Untuk rencana tiga bulan ke depan, ya, jika sumber daya yang diperlukan tersedia, saya pikir hal itu masih mungkin dilakukan," kata Balde dalam konferensi pers di Jenewa, yang disiarkan dari Bunia, Kongo.

Statistik dan Tantangan yang Dihadapi

Wabah Ebola kali ini merupakan yang terburuk yang pernah terjadi di Kongo. Dari total 17 wabah yang telah terjadi di negara tersebut, wabah terbaru ini telah merenggut sedikitnya 2.325 nyawa. Upaya penanganan wabah saat ini terhambat oleh keterbatasan sumber daya. WHO baru berhasil mengumpulkan sekitar 60 persen dari total dana yang dibutuhkan, yaitu sebesar US$ 115 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun.

Selain masalah pendanaan, tantangan lain yang dihadapi termasuk keterlambatan dalam mendeteksi kasus, tim pemantauan yang kewalahan, konflik bersenjata, serta keterbatasan vaksin dan pengobatan untuk virus Ebola spesies Bundibugyo yang tergolong langka.

Artikel Terkait