Kesehatan

Waspadai Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Presbiopia, Simak Cara Pencegahannya

Presbiopia, atau yang dikenal dengan sebutan 'mata tua', adalah gangguan penglihatan yang sering terjadi seiring bertambahnya usia. Seorang dokter spesialis mata menjelaskan cara-cara untuk mencegah k...

A
Agus Wigati
21 June 2026 2 pembaca
Cek mata. Foto: Getty Images/Edwin Tan
Cek mata. Foto: Getty Images/Edwin Tan

Jakarta - Presbiopia, yang sering disebut sebagai 'mata tua', adalah masalah penglihatan yang berkaitan dengan usia, di mana mata secara bertahap kehilangan kemampuan untuk fokus pada objek yang dekat. Dr. Zoraya Ariefia Feranthy, seorang spesialis mata dari Mayapada Eye Centre, menjelaskan bahwa terdapat otot di bola mata yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya saat melihat objek baik jauh maupun dekat. Seiring bertambahnya usia, elastisitas otot tersebut akan mengalami perubahan.

“Jadi aging proses lutut kita mulai nyut-nyutan, punggung mulai kaku-kaku, begitupun dengan mata kita,” ujar dr. Zoraya dalam acara Health Talk yang diadakan oleh Mayapada Eye Centre di Jakarta Pusat pada Sabtu (20/6/2026).

Faktor Penyebab Presbiopia

Dr. Zoraya menjelaskan bahwa proses penuaan pada mata dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor genetik dan kebiasaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan melihat objek dekat secara intens dapat meningkatkan risiko terjadinya presbiopia. Namun, ia menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memastikan hubungan tersebut.

“Oleh karena itu memang presbiopia saat ini ditemukan pada orang-orang yang lebih muda. Namun, butuh penelitian lebih lanjut,” jelas dr. Zoraya. “Dan yang sulit untuk kita kendalikan adalah faktor genetik. Jadi kalau memang turunannya, proses aging di matanya itu dini, maka itu akan bisa lebih cepat walaupun kita memiliki lifestyle yang lebih baik,” tambahnya.

Teknik 20-20-20 untuk Kesehatan Mata

Untuk menjaga kesehatan mata, dr. Zoraya merekomendasikan teknik 20-20-20. Teknik ini bertujuan untuk memberikan istirahat pada penglihatan ketika seseorang terlalu lama melihat objek dekat, seperti saat bekerja di depan laptop. Setelah melihat objek dekat selama 20 menit, disarankan untuk melihat objek jauh sejauh 20 kaki atau sekitar 6 meter selama 20 detik.

“Karena dengan kita mengalihkan pandangan melihat jauh, itu otot-otot kita relax. Jadi paling tidak kita mengurangi kemungkinan computer vision syndrome atau fatigue eye, kelelahan mata akibat intensitas melihat dekat dalam waktu yang panjang,” tutupnya.

Artikel Terkait