Kesehatan

Kepala BGN Menanggapi Kritik Mengenai Program Makan Bergizi Gratis

Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengakibatkan pengurangan anggaran untuk program pemerintah lainnya. Ia mengajak masyarakat untuk memah...

A
Ananta Prana
01 August 2026 23 pembaca
Kepala BGN Sudaryono (Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto)
Kepala BGN Sudaryono (Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto)

Jakarta - Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berarti menguras seluruh anggaran negara atau menghentikan program-program pemerintah lainnya. "Saya gemas juga melihat komentar di media sosial seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang. Padahal, program-program lain tetap dikerjakan," ungkapnya dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (31/7/2026).

Menanggapi Anggapan di Media Sosial

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sudaryono sebagai respons terhadap berbagai anggapan yang beredar di media sosial mengenai MBG. Banyak komentar yang menyatakan bahwa dana yang dialokasikan untuk MBG mengakibatkan program-program lain, seperti penyediaan pupuk, perbaikan sekolah, irigasi, serta pembangunan jembatan, terhambat.

Dalam konteks sektor pertanian, Sudaryono menjelaskan bahwa sebelum MBG dilaksanakan, perhatian terhadap ketersediaan pupuk sudah ada. Pemerintah juga telah menerapkan kebijakan untuk menjaga harga pupuk agar tetap terjangkau. "Sudah ada anggaran yang dipakai untuk MBG, kemudian pupuk dicukupi, harganya didiskon. Dulu tidak ada MBG, banyak jaringan irigasi yang rusak. Sekarang ada MBG, tetap ada revitalisasi irigasi," jelasnya.

Pendidikan dan Infrastruktur yang Tetap Diperhatikan

Di bidang pendidikan, Sudaryono menegaskan bahwa kerusakan pada sekolah-sekolah yang masih ada bukan disebabkan oleh adanya program MBG. Ia mempertanyakan, "Yang sekolah rusak itu dulu ke mana? Dulu tidak ada MBG, mestinya sekolah sudah bagus semua. Kan tidak. Sekarang ada MBG, sekolahnya juga diperbaiki pemerintah."

Ia mengajak masyarakat untuk melihat kebijakan pemerintah secara menyeluruh dan tidak menyimpulkan bahwa alokasi anggaran untuk MBG secara otomatis mengorbankan sektor lain. "MBG memang mengambil dana yang tidak kecil. Rencana tahun ini sekitar Rp 268 triliun. Tetapi, yang lain-lain juga dikerjakan," tutup Sudaryono.

Artikel Terkait