Kesehatan

Perbedaan Ube dan Ubi Ungu: Mengapa Keduanya Memiliki Warna yang Sama?

Ube dan ubi ungu sering disamakan karena warna ungu pekatnya, namun keduanya berasal dari keluarga tanaman yang berbeda. Penjelasan mengenai faktor genetik dan lingkungan menjadi kunci untuk memahami...

A
Adhe Dharma
25 August 2026 14 pembaca
Perbedaan ube dan ubi ungu. Foto: iStock
Perbedaan ube dan ubi ungu. Foto: iStock

Jakarta - Fenomena ube yang tengah menjadi tren dalam dunia kuliner sering kali membuat banyak orang keliru menganggapnya sebagai ubi ungu, mengingat keduanya memiliki warna ungu yang sangat mirip. Namun, penting untuk diketahui bahwa ube (Dioscorea alata) dan ubi ungu (Ipomoea batatas) berasal dari keluarga yang berbeda. Ube merupakan umbi-umbian merambat dari suku Dioscoreaceae, sementara ubi ungu adalah varietas dari suku Convolvulaceae.

Dengan perbedaan taksonomi yang jelas, pertanyaan yang muncul adalah mengapa kedua tanaman ini dapat menghasilkan warna ungu yang serupa?

Faktor Genetik dan Peran Antosianin

Menurut Prof Agung Karuniawan, seorang ahli Plant Breeding dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, warna ungu pada tanaman ini disebabkan oleh faktor genetik masing-masing varietas, khususnya dalam hal produksi pigmen yang dikenal sebagai antosianin. Pigmen ini merupakan senyawa alami yang dapat ditemukan dalam berbagai bagian tanaman seperti buah, daun, dan bunga. Antosianin tidak hanya memberikan warna ungu, tetapi juga dapat menghasilkan warna merah dan biru. Selain itu, senyawa ini memiliki sifat antioksidan yang bermanfaat untuk melawan radikal bebas dalam tubuh.

Pengaruh Lingkungan terhadap Intensitas Warna

Selain faktor genetik, kondisi lingkungan juga berperan dalam menentukan seberapa kuat warna ungu tersebut diekspresikan. Prof Agung menjelaskan bahwa meskipun genetik menentukan kemungkinan terbentuknya warna ungu, lingkungan berkontribusi pada intensitas warna yang dihasilkan. "Lingkungan tetap dapat memengaruhi intensitas ekspresi warna, karena pembentukan dan akumulasi antosianin dipengaruhi oleh kondisi fisiologis tanaman: cahaya, suhu, ketersediaan air, dan kondisi nutrisi," ungkapnya.

Cahaya dan suhu berfungsi untuk mempercepat sintesis pigmen antosianin, sedangkan ketersediaan air dan nutrisi tanah memastikan kondisi fisiologis tanaman tetap optimal untuk menghasilkan warna yang maksimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan dan nutrisi tanah dapat mempertegas warna ungu yang dihasilkan. Namun, tanpa adanya faktor genetik yang mendukung produksi antosianin, bahkan tanah yang paling subur sekalipun tidak akan mampu mengubah umbi berwarna putih menjadi ungu pekat.

Khusus untuk ube, keragaman genetiknya cukup besar, sehingga warna daging umbinya tidak selalu ungu pekat. "Pada Dioscorea alata sendiri terdapat keragaman genetik yang cukup besar, termasuk perbedaan warna daging umbi dari putih, krem, hingga ungu," tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa pembentukan warna sangat tergantung pada instruksi genetik dari varietas tersebut.

Dengan demikian, meskipun ube dan ubi ungu memiliki kesamaan dalam warna, keduanya merupakan tanaman yang berbeda dengan karakteristik yang unik.

Artikel Terkait